Monday, 25 January 2010
Saturday, 24 October 2009
Kalau Cinta Jangan Maksiat
Dunia perfilman Indonesia mulai bangkit dari liang lahat, eh, mulai menunjukkan tanda-tanda kehidupannya. Setelah sekian lama terlelap en cuma bisa bikin film-film yang isinya nggak jauh dari 'sepeda bupati', alias, maaf, seputar perut dan dada serta buka paha tinggi-tinggi (idih, film apa senam aerobik) Kamu boleh bangga ngeliat film-film layar lebar produksi dalam negeri udah bisa 'nangkring' di bioskop-bioskop bonafide, saingan ama "The Scorpion King"-nya The Rock. Ditambah lagi maraknya pemutaran SMS (Sinetron Mini Seri) yang habis satu muncul banyak menjadi ajang seleksi bintang muda untuk diangkat ke layar lebar. Siapa yang nggak kenal, Irgi Fahrezi dan Marcella dalam Sephia-nya, atau Leony yang membintangi Siapa Takut Jatuh Cinta? Penulis yakin kamu-kamu udah nggak asing ama mereka. Atau mungkin malah ada yang ngefans dengan salah satu dari mereka.
Bejibunnya saluran TV swasta baru, menuntut para produser TV banting tulang untuk ngegaet pemirsa. Salah satunya via pemutaran sinetron, biar pemirsa kecantol dan nggak pindah chanel. Maka lahir sinetron-sinetron remaja kayak Percikan, Dilarang Jatuh Cinta, atawa Kalau Cinta Jangan Marah. Ditambah pemaennya juga bintang-bintang muda yang lagi naik daon (ulet kali..). Udah gitu, ceritanya nggak jauh dari persoalan cintrong dua insan yang selalu menarik perhatian. Siapa yang nggak betah ngecengin Didi 'Element' en Vonny 'Bening' dalam Tunjuk Satu Bintang atawa muka-muka baru kayak Adelia Lontoh, Revalina dan Diana Fitria yang membintangi 'Percikan'?
Meskipun judul en pemaennya beda, isinya nggak jauh dari seluk-beluk cinta remaja. Diawali masa perjuangan saat PDKT. Benci dan rindu jadi satu. Diikuti aksi "nembak pujaan hati". Mengikat janji setia menjalin cinta kasih hingga ujung waktu (cieeee�). Yang berarti lampu hijau buat jalan bareng alias pacaran sebagai episode terakhir upaya mencari cinta bak arjuna.
Namun, kayaknya nggak semua setuju ama gaya pacaran remaja sekarang. Banyak pro dan kontra yang cukup bikin kepala kita pusing tujuh belas koma tiga puluh empat keliling lapangan senayan (makin pusing khan?). Bukannya dapet jalan terang, malah bikin remaja ngambil kesimpulan sendiri. Pokoke, pacaran itu boleh dan keputusan itu nggak bisa diganggu gugat. Titik! Nah lho!
Cinta = Pacaran + Seks?
Tren orang pacaran, kayaknya udah mendarah daging dan berurat akar di negerinya si Unyil ini. Seakan nggak bisa di-delete dari kehidupan kita. So, istilah pacaran dan segala kembarannya udah populer. Sepopuler album '07 Des'-nya Sheila on Tujuh. Ada istilah cimot (cinta monyet), cilok (cinta lokasi), atawa cimplung yang artinya cinta kecemplung, alias kasih tak sampai. Juga ada ciner (eh, itu sih adiknya Cuplis ya?). Lucunya lagi, ada gaya pacaran Islami. No kiss no touch. Aneh-aneh aja, emangnya jalan bareng atawa nonton bareng, bisa disebut islami? Asal!!
Celakanya lagi, banyak yang menobatkan pacaran sebagai simbol pergaulan modern. Kamu baru dianggap dewasa en gaul kalo udah punya doi. Kalau belum punya, siap-siap aja dinobatkan jadi pejabat, alias pemuda jaman batu. Dan itu bisa bikin kamu manyun en berjuang dengan semangat '45 ngegaet sang buah hati. Meski harus ngorbanin uang SPP biar bisa nge-date nonton aksi Tobey 'Spider' Maguire. Sekaligus biar nggak disebut jomblo!
Sobat muda muslim, banyak teman remaja yang pacaran beralasan bahwa doi butuh seseorang yang bisa ngertiin dan merhatiin kamu. Pokoknya, yang lebih dari sekadar temen, bisa mompa semangat bak cheerleader waktu kamu lagi putus asa, bisa jadi tempat berbagi rasa dan masalah, atau paling jauh buat ajang seleksi pasangan hidup. Tiap remaja membutuhkan orang dekat yang bisa mengingatkan dan membimbing tanpa harus menggurui. Dan biasanya teman sebaya atau lawan jenis berada di urutan pertama (emangnya klasemen) sebelum orangtua atawa guru.
Tapi kayaknya alasan-alasan temen kamu itu cuma justifikasi aja, alias pembenaran biar dilegalisasi sekolah, keluarga dan lingkungan. Buktinya pacaran cuma jadi ajang baku syahwat. Nggak hanya jalan bareng, tapi bisa-bahkan kebanyakan remaja-sampe rela 'tidur bareng'. Naudzubillah min dzalik!
Sobat, setan paling doyan nongkrongin orang yang lagi pacaran alias mojok, lho. Temen kamu boleh bilang pacaran itu manis, tapi sebenarnya itu jalan iblis!
"Ih, itukan tergantung orangnya?". Bisa jadi. Tapi nggak selalu. Sekuat-kuatnya iman, tetep akan ambrol juga. Karena rasa cinta plus kebutuhan akan kasih sayang dan perhatian akan selalu menghinggapi manusia selagi masih hidup. Seperti halnya hawa nafsu. Ketika berpacaran, batas antara cinta dan nafsu itu jadi bias, alias nggak jelas.
Nggak ada yang ngejamin kamu atau pacar kamu bisa jaga diri alias tahan godaan ketika lagi asyik berduaan. Apalagi di tengah maraknya kampanye gaul bebas (baca: seks bebas) melalui media massa dan tayangan televisi. Awalnya mungkin cuma nonton bareng, makan bareng, pegangan tangan, berpelukan kayak teletubies, sampe teler abis. Udah gitu, wallahu'alam. En, kalo kamu udah lengket ama doi, kamu akan ngerasa berat banget untuk menolak 'aksi gerilya' tangan pacar kamu yang bisa berujung kamu nggak gadis lagi. Ih, syerem..! Jangan sampe deh.
Rasulullah saw. bersabda: "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka tidak boleh baginya berkhalwat (bedua-duaan) dengan seorang wanita, sedangkan wanita itu tidak bersama mahramnya. Karena sesungguhnya yang ketiga di antara mereka adalah setan" (H.R. Ahmad)
Kalau cinta jangan maksiat
"Cinta itu anugerah, maka berbahagialah. Sebab kita sengsara, bila tak punya cinta". Kamu pasti inget ama penggalan lirik lagunya Kang Doel Soembang itu. Dan so pasti setuju juga kalo rasa cinta itu adalah anugerah terindah yang kita miliki. Nggak kebayang deh, kalo kita nggak punya rasa cinta. Mungkin nggak jauh bedanya ama patung pak polisi di perempatan jalan. Karena itulah, Mbak Melly Guslaw wanti-wanti agar kita jangan pernah menyanjung cinta bila tak mengerti maknanya cinta, yang dilantunkan lewat "Hanya" dalam album OST A2DC. Tapi, tahukah kita maknanya cinta?
Tatkala Allah Swt. menciptakan manusia sebagai makhluk yang terbaik. Allah pun mengkaruniakan kebutuhan-kebutuhan yang harus dipenuhi agar manusia bisa hidup dan nggak punah sebelum hari kiamat. Ada kebutuhan jasmani (hajjatul 'udawiyah) seperti rasa lapar, haus, tidur atau pengen buang air. Kebutuhan ini mutlak harus dipenuhi. Kalau nggak, badan kita bakal protes dan bisa sampai pada kondisi yang "mengundang" malaikat Ijrail.
Ada juga yang disebut kebutuhan naluri (hajjatul gharaa'iz). Terdiri dari naluri beragama (gharizatun tadayyun), naluri mempertahankan diri (gharizatu al-baqa) yang berbentuk rasa takut, atau pengen populer, terakhir naluri melestarikan keturunan (gharizatun nau') yang berwujud rasa cinta. Kalo kebutuhan ini nggak dipenuhi, perasaan kita jadi resah dan gelisah. Tapi badan kamu pun nggak akan protes. Persis perasaan kamu waktu lagi nunggu jawaban dari doi. Kalo ternyata cinta kamu sebatas mimpi, biasanya kamu cuma uring-uringan terus dengan 'bijak' sana-sini kamu bilang "cinta kan tak harus memiliki" dengan suara nge-bass kayak Butet Kertaradjasa. Padahal gondok. Hatinya serasa kompor meledug. Kasiaan� deh!
Sobat muda muslim, Allah mengkaruniakan kebutuhan-kebutuhan itu satu paket ama aturan maennya. Nggak bisa cara pemenuhan kebutuhan itu semau gue. Karena manusia itu lemah, nggak tahu mana dan apa yang terbaik buat dirinya. Allah Swt. berfirman: "Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." [TQS al-Baqarah [2]: 216]
Termasuk dalam masalah cinta kepada lawan jenis. Allah Swt. udah ngasih aturan pemenuhannya melalui pernikahan seperti dicontohkan oleh Rasulullah saw. Dengan begitu, manusia akan lebih mulia kedudukannya dan jelas asal-usulnya. Nggak kayak ayam yang maen sosor aja kalo lagi 'pengen'. Ditambah dengan janji Allah yang akan memberi pertolongan dan kemudahan buat para bujangan yang udah nggak kuku pengen nikah biar bisa jaga diri dari perbuatan maksiat. Apa nggak pengen?
Nah, sobat muda muslim, kalo rasa cinta itu diwujudkan dengan pacaran, berarti udah ngelanggar aturan Allah. Itu maksiat. Selain dosa, kesengsaraan akan menimpa. Alih-alih sayang sama pacar, malah kamu bikin celaka. Maka, kalau kamu jatuh cinta jangan terus maksiat, karena akan rugi dunia akhirat!
Sobat muda muslim, sekarang kita udah tahu kalo pacaran itu nggak boleh (baca: haram). Terus kamu pasti berpikir gimana caranya bisa mengendalikan virus cinta itu. Tapi tidak untuk dihilangkan. Biar virus ini nggak bikin hati kita tergoda untuk pacaran. Mau tahu?
Rasa cinta itu muncul tatkala ada rangsangan dari luar. Rangsangan itu bisa berupa film yang berkisah tentang cinta, lagu-lagu melankolis, atawa majalah remaja yang nggak bosen-bosennya ngomongin cinta. Selain itu, pergaulan juga kudu diwaspadai. Seperti kata pepatah jawa, witing trisno jalaran soko kulino. Terjemah bebasnya, rasa cinta itu tumbuh karena keseringan meeting alias ketemu. Kebayang kan kalo kita bergaul bebas, persahabatan dengan lawan jenis akan menjadi lahan subur tumbuhnya benih-benih cinta. Persis dalam film "Kuch Kuch Hota Hai".
Itu sebabnya, kita bisa mulai upaya mengendalikan virus cinta dengan membatasi pergaulan bebas. Dalam Islam, ada aturan mainnya lho. Ketemu atawa berinteraksi cuma seperlunya aja, jika memang diperlukan. Udah gitu, jika dikhawatirkan virus itu meradang lagi, tahan diri untuk nonton film romantis, atawa enjoy dengerin "Seberapa Pantas"-nya So7.
Nggak cukup sampe situ, kita juga kudu bangun benteng pertahanan dengan ikut pengajian. Karena dengan ikut pengajian, kecintaan terhadap Allah, keyakinan terhadap janji Allah, dan kebenaran aturan Allah bisa terpupuk. Dengan begitu, kita bisa istiqomah meski banyak penghalang. Jika Allah sayang kepada kita karena kita ngikutin aturan-Nya, kelak jodoh yang baik alias sholeh or sholehah akan datang menghampiri. Allah Swt. berfirman: "Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)." [TQS an-N�r [24]: 26]
Sobat muda muslim, bisa jadi kamu ngerasa berat bin bete kalo harus berbuat kayak gitu. Tapi berat, bukan berarti nggak bisa. Pasti bisa. Masalahnya cuma waktu dan kemauan kamu untuk dapetin ridho Allah. Iya nggak?
Nah, Buat kamu atau temen kamu yang masih aktif pacaran, pintu taubat insya Allah masih terbuka. Jangan sampe kita habiskan masa muda kita dengan menabung dosa tiap harinya. Nggak ada yang tahu kapan Allah bakal 'memecat' kita jadi manusia ketika ajal menjemput. Mari, kita kuatkan tekad untuk nggak pacaran. Jangan lupa, ikut pengajian!
Bejibunnya saluran TV swasta baru, menuntut para produser TV banting tulang untuk ngegaet pemirsa. Salah satunya via pemutaran sinetron, biar pemirsa kecantol dan nggak pindah chanel. Maka lahir sinetron-sinetron remaja kayak Percikan, Dilarang Jatuh Cinta, atawa Kalau Cinta Jangan Marah. Ditambah pemaennya juga bintang-bintang muda yang lagi naik daon (ulet kali..). Udah gitu, ceritanya nggak jauh dari persoalan cintrong dua insan yang selalu menarik perhatian. Siapa yang nggak betah ngecengin Didi 'Element' en Vonny 'Bening' dalam Tunjuk Satu Bintang atawa muka-muka baru kayak Adelia Lontoh, Revalina dan Diana Fitria yang membintangi 'Percikan'?
Meskipun judul en pemaennya beda, isinya nggak jauh dari seluk-beluk cinta remaja. Diawali masa perjuangan saat PDKT. Benci dan rindu jadi satu. Diikuti aksi "nembak pujaan hati". Mengikat janji setia menjalin cinta kasih hingga ujung waktu (cieeee�). Yang berarti lampu hijau buat jalan bareng alias pacaran sebagai episode terakhir upaya mencari cinta bak arjuna.
Namun, kayaknya nggak semua setuju ama gaya pacaran remaja sekarang. Banyak pro dan kontra yang cukup bikin kepala kita pusing tujuh belas koma tiga puluh empat keliling lapangan senayan (makin pusing khan?). Bukannya dapet jalan terang, malah bikin remaja ngambil kesimpulan sendiri. Pokoke, pacaran itu boleh dan keputusan itu nggak bisa diganggu gugat. Titik! Nah lho!
Cinta = Pacaran + Seks?
Tren orang pacaran, kayaknya udah mendarah daging dan berurat akar di negerinya si Unyil ini. Seakan nggak bisa di-delete dari kehidupan kita. So, istilah pacaran dan segala kembarannya udah populer. Sepopuler album '07 Des'-nya Sheila on Tujuh. Ada istilah cimot (cinta monyet), cilok (cinta lokasi), atawa cimplung yang artinya cinta kecemplung, alias kasih tak sampai. Juga ada ciner (eh, itu sih adiknya Cuplis ya?). Lucunya lagi, ada gaya pacaran Islami. No kiss no touch. Aneh-aneh aja, emangnya jalan bareng atawa nonton bareng, bisa disebut islami? Asal!!
Celakanya lagi, banyak yang menobatkan pacaran sebagai simbol pergaulan modern. Kamu baru dianggap dewasa en gaul kalo udah punya doi. Kalau belum punya, siap-siap aja dinobatkan jadi pejabat, alias pemuda jaman batu. Dan itu bisa bikin kamu manyun en berjuang dengan semangat '45 ngegaet sang buah hati. Meski harus ngorbanin uang SPP biar bisa nge-date nonton aksi Tobey 'Spider' Maguire. Sekaligus biar nggak disebut jomblo!
Sobat muda muslim, banyak teman remaja yang pacaran beralasan bahwa doi butuh seseorang yang bisa ngertiin dan merhatiin kamu. Pokoknya, yang lebih dari sekadar temen, bisa mompa semangat bak cheerleader waktu kamu lagi putus asa, bisa jadi tempat berbagi rasa dan masalah, atau paling jauh buat ajang seleksi pasangan hidup. Tiap remaja membutuhkan orang dekat yang bisa mengingatkan dan membimbing tanpa harus menggurui. Dan biasanya teman sebaya atau lawan jenis berada di urutan pertama (emangnya klasemen) sebelum orangtua atawa guru.
Tapi kayaknya alasan-alasan temen kamu itu cuma justifikasi aja, alias pembenaran biar dilegalisasi sekolah, keluarga dan lingkungan. Buktinya pacaran cuma jadi ajang baku syahwat. Nggak hanya jalan bareng, tapi bisa-bahkan kebanyakan remaja-sampe rela 'tidur bareng'. Naudzubillah min dzalik!
Sobat, setan paling doyan nongkrongin orang yang lagi pacaran alias mojok, lho. Temen kamu boleh bilang pacaran itu manis, tapi sebenarnya itu jalan iblis!
"Ih, itukan tergantung orangnya?". Bisa jadi. Tapi nggak selalu. Sekuat-kuatnya iman, tetep akan ambrol juga. Karena rasa cinta plus kebutuhan akan kasih sayang dan perhatian akan selalu menghinggapi manusia selagi masih hidup. Seperti halnya hawa nafsu. Ketika berpacaran, batas antara cinta dan nafsu itu jadi bias, alias nggak jelas.
Nggak ada yang ngejamin kamu atau pacar kamu bisa jaga diri alias tahan godaan ketika lagi asyik berduaan. Apalagi di tengah maraknya kampanye gaul bebas (baca: seks bebas) melalui media massa dan tayangan televisi. Awalnya mungkin cuma nonton bareng, makan bareng, pegangan tangan, berpelukan kayak teletubies, sampe teler abis. Udah gitu, wallahu'alam. En, kalo kamu udah lengket ama doi, kamu akan ngerasa berat banget untuk menolak 'aksi gerilya' tangan pacar kamu yang bisa berujung kamu nggak gadis lagi. Ih, syerem..! Jangan sampe deh.
Rasulullah saw. bersabda: "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka tidak boleh baginya berkhalwat (bedua-duaan) dengan seorang wanita, sedangkan wanita itu tidak bersama mahramnya. Karena sesungguhnya yang ketiga di antara mereka adalah setan" (H.R. Ahmad)
Kalau cinta jangan maksiat
"Cinta itu anugerah, maka berbahagialah. Sebab kita sengsara, bila tak punya cinta". Kamu pasti inget ama penggalan lirik lagunya Kang Doel Soembang itu. Dan so pasti setuju juga kalo rasa cinta itu adalah anugerah terindah yang kita miliki. Nggak kebayang deh, kalo kita nggak punya rasa cinta. Mungkin nggak jauh bedanya ama patung pak polisi di perempatan jalan. Karena itulah, Mbak Melly Guslaw wanti-wanti agar kita jangan pernah menyanjung cinta bila tak mengerti maknanya cinta, yang dilantunkan lewat "Hanya" dalam album OST A2DC. Tapi, tahukah kita maknanya cinta?
Tatkala Allah Swt. menciptakan manusia sebagai makhluk yang terbaik. Allah pun mengkaruniakan kebutuhan-kebutuhan yang harus dipenuhi agar manusia bisa hidup dan nggak punah sebelum hari kiamat. Ada kebutuhan jasmani (hajjatul 'udawiyah) seperti rasa lapar, haus, tidur atau pengen buang air. Kebutuhan ini mutlak harus dipenuhi. Kalau nggak, badan kita bakal protes dan bisa sampai pada kondisi yang "mengundang" malaikat Ijrail.
Ada juga yang disebut kebutuhan naluri (hajjatul gharaa'iz). Terdiri dari naluri beragama (gharizatun tadayyun), naluri mempertahankan diri (gharizatu al-baqa) yang berbentuk rasa takut, atau pengen populer, terakhir naluri melestarikan keturunan (gharizatun nau') yang berwujud rasa cinta. Kalo kebutuhan ini nggak dipenuhi, perasaan kita jadi resah dan gelisah. Tapi badan kamu pun nggak akan protes. Persis perasaan kamu waktu lagi nunggu jawaban dari doi. Kalo ternyata cinta kamu sebatas mimpi, biasanya kamu cuma uring-uringan terus dengan 'bijak' sana-sini kamu bilang "cinta kan tak harus memiliki" dengan suara nge-bass kayak Butet Kertaradjasa. Padahal gondok. Hatinya serasa kompor meledug. Kasiaan� deh!
Sobat muda muslim, Allah mengkaruniakan kebutuhan-kebutuhan itu satu paket ama aturan maennya. Nggak bisa cara pemenuhan kebutuhan itu semau gue. Karena manusia itu lemah, nggak tahu mana dan apa yang terbaik buat dirinya. Allah Swt. berfirman: "Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu,dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." [TQS al-Baqarah [2]: 216]
Termasuk dalam masalah cinta kepada lawan jenis. Allah Swt. udah ngasih aturan pemenuhannya melalui pernikahan seperti dicontohkan oleh Rasulullah saw. Dengan begitu, manusia akan lebih mulia kedudukannya dan jelas asal-usulnya. Nggak kayak ayam yang maen sosor aja kalo lagi 'pengen'. Ditambah dengan janji Allah yang akan memberi pertolongan dan kemudahan buat para bujangan yang udah nggak kuku pengen nikah biar bisa jaga diri dari perbuatan maksiat. Apa nggak pengen?
Nah, sobat muda muslim, kalo rasa cinta itu diwujudkan dengan pacaran, berarti udah ngelanggar aturan Allah. Itu maksiat. Selain dosa, kesengsaraan akan menimpa. Alih-alih sayang sama pacar, malah kamu bikin celaka. Maka, kalau kamu jatuh cinta jangan terus maksiat, karena akan rugi dunia akhirat!
Sobat muda muslim, sekarang kita udah tahu kalo pacaran itu nggak boleh (baca: haram). Terus kamu pasti berpikir gimana caranya bisa mengendalikan virus cinta itu. Tapi tidak untuk dihilangkan. Biar virus ini nggak bikin hati kita tergoda untuk pacaran. Mau tahu?
Rasa cinta itu muncul tatkala ada rangsangan dari luar. Rangsangan itu bisa berupa film yang berkisah tentang cinta, lagu-lagu melankolis, atawa majalah remaja yang nggak bosen-bosennya ngomongin cinta. Selain itu, pergaulan juga kudu diwaspadai. Seperti kata pepatah jawa, witing trisno jalaran soko kulino. Terjemah bebasnya, rasa cinta itu tumbuh karena keseringan meeting alias ketemu. Kebayang kan kalo kita bergaul bebas, persahabatan dengan lawan jenis akan menjadi lahan subur tumbuhnya benih-benih cinta. Persis dalam film "Kuch Kuch Hota Hai".
Itu sebabnya, kita bisa mulai upaya mengendalikan virus cinta dengan membatasi pergaulan bebas. Dalam Islam, ada aturan mainnya lho. Ketemu atawa berinteraksi cuma seperlunya aja, jika memang diperlukan. Udah gitu, jika dikhawatirkan virus itu meradang lagi, tahan diri untuk nonton film romantis, atawa enjoy dengerin "Seberapa Pantas"-nya So7.
Nggak cukup sampe situ, kita juga kudu bangun benteng pertahanan dengan ikut pengajian. Karena dengan ikut pengajian, kecintaan terhadap Allah, keyakinan terhadap janji Allah, dan kebenaran aturan Allah bisa terpupuk. Dengan begitu, kita bisa istiqomah meski banyak penghalang. Jika Allah sayang kepada kita karena kita ngikutin aturan-Nya, kelak jodoh yang baik alias sholeh or sholehah akan datang menghampiri. Allah Swt. berfirman: "Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)." [TQS an-N�r [24]: 26]
Sobat muda muslim, bisa jadi kamu ngerasa berat bin bete kalo harus berbuat kayak gitu. Tapi berat, bukan berarti nggak bisa. Pasti bisa. Masalahnya cuma waktu dan kemauan kamu untuk dapetin ridho Allah. Iya nggak?
Nah, Buat kamu atau temen kamu yang masih aktif pacaran, pintu taubat insya Allah masih terbuka. Jangan sampe kita habiskan masa muda kita dengan menabung dosa tiap harinya. Nggak ada yang tahu kapan Allah bakal 'memecat' kita jadi manusia ketika ajal menjemput. Mari, kita kuatkan tekad untuk nggak pacaran. Jangan lupa, ikut pengajian!
Label:
Muhammad
Bila Aku Jatuh Cinta
Allahu Rabbi aku minta izin
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Jangan biarkan cinta untuk-Mu berkurang
Hingga membuat lalai akan adanya Engkau
Allahu Rabbi
Aku punya pinta
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Penuhilah hatiku dengan bilangan cinta-Mu yang tak terbatas
Biar rasaku pada-Mu tetap utuh
Allahu Rabbi
Izinkanlah bila suatu saat aku jatuh cinta
Pilihkan untukku seseorang yang hatinya penuh dengan
kasih-Mu
dan membuatku semakin mengagumi-Mu
Allahu Rabbi
Bila suatu saat aku jatuh hati
Pertemukanlah kami
Berilah kami kesempatan untuk lebih mendekati cinta-Mu
Allahu Rabbi
Pintaku terakhir adalah seandainya kujatuh hati
Jangan pernah Kau palingkan wajah-Mu dariku
Anugerahkanlah aku cinta-Mu...
Cinta yang tak pernah pupus oleh waktu
Amin !
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Jangan biarkan cinta untuk-Mu berkurang
Hingga membuat lalai akan adanya Engkau
Allahu Rabbi
Aku punya pinta
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Penuhilah hatiku dengan bilangan cinta-Mu yang tak terbatas
Biar rasaku pada-Mu tetap utuh
Allahu Rabbi
Izinkanlah bila suatu saat aku jatuh cinta
Pilihkan untukku seseorang yang hatinya penuh dengan
kasih-Mu
dan membuatku semakin mengagumi-Mu
Allahu Rabbi
Bila suatu saat aku jatuh hati
Pertemukanlah kami
Berilah kami kesempatan untuk lebih mendekati cinta-Mu
Allahu Rabbi
Pintaku terakhir adalah seandainya kujatuh hati
Jangan pernah Kau palingkan wajah-Mu dariku
Anugerahkanlah aku cinta-Mu...
Cinta yang tak pernah pupus oleh waktu
Amin !
Label:
Muhammad
Saturday, 26 September 2009
Teh Kontrol Gula Darah?

Mengontrol gula kadar dengan menyeruput secangkir teh hangat? Tentunya akan menyenangkan. Para peneliti meyakini hal itu dapat dilakukan terutama dengan menggunakan teh asal Afrika.
Sebuah tim peneliti asal Denmark tengah mengembangkan perawatan untuk penyakit diabetes tipe 2 dengan bantuan teh Afrika khusus yang diproduksi dari ekstrk daun Rauvolfia Vomitoria dan buah jeruk aurantium.
Para peneliti baru-baru ini baru saja menyelesaikan percobaan klinis yang dilakukan terhadap 23 pasien dengan diabetes tipe 2 dan merasa puas dengan hasil yang diperoleh.
“Para subjek penelitian meminum 750 ml teah setiap hari. Teh itu tampaknya berbeda dari obat diabetes tipe 2 lainnya karena pada awalnya tidak terlihat mempengaruhi kandungan gula dalam darah. Namun, setelah empat bulan mengonsumsi teh tersebut, tampak peningkatan toleransi glukosa yang signifikan,” ujar pemimpin penelitian dari Copenhagen Universitu, Joan Campbell-Tofte seperti dikutip dalam beatdiabetestype2.com, baru-baru ini.
Menurut para peneliti, studi tersebut juga menunjukkan perubahan pola pembentukan asam lemak pada pasien yang minum teh dibandingkan kelompok yang tidak mengonsumsi.
“Pada pasien yang meminum teh, kadar asam lemak tak jenuh meningkat. Hal itu sangat baik karena membuat sel membran lebih mudah ditembus sehingga sel tubuh dapat menyerap lebih banyak glukosa dalam darah,” terangnya.
Sebelumnya, tim itu juga telah menguji teh dari Nigeria pada tikus percobaan. Hasilnya menunjukkan, setelah enam minggu menggunakan perawatan dengan teh Afrika dikombinasikan dengan pola makan rendah lemak terdapat perubahan kombinasi dan jumlah lemak pada mata dan perlindungan pankreas yang lemah. (rin)
Label:
Muhammad
Friday, 18 September 2009
DARI MANAKAH DATANGNYA INSPIRASI ?
Dari manakah datangnya inspirasi? Apakah harus menyepi dipantai? Aapakah harus membaca koran tertentu? Sebenarnya inspirasi ada di mana-mana. Anda bisa mendapatkan inspirasi dari apa pun dan dari peristiwa apa pun, jika Anda pandai mengambil hikmah. Namun dari semua itu, inspirasi terbaik dan terkuat ada di dalam diri sendiri. Apa itu? Apakah Anda memilikinya?
Inspirasi dari diri Anda itu ialah visi yang kuat. Atau istilah bahasa Inggrisnya ialah Powerful Vision. Sebuah visi yang bisa menggerakan kita untuk mengambil apapun tindakan yang diperlukan untuk mewujudkan visi tersebut. Sudahkah Anda memiliki visi seperti ini? Tanpa memiliki visi yang kuat, tanpa sadar kita menyia-nyiakan hidup kita. Padahal memiliki visi masa depan diperintahkan oleh Allah melalui ayat berikut ini:
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al Hasyr:18)
Namun, kita tidak akan mendapatkan inspirasi yang berarti jika visi kita lemah. Kita harus memiliki visi yang sangat kuat, yang memberikan dorongan besar sehingga kita mau melakukan apa pun yang diperlukan. Visi yang sangat pantas untuk diperjuangkan, sesuai dengan nilai-nilai yang kita anut, dan merupakan keinginan terdalam kita setelah bertemu Allah.
Oleh karena itu, saat Anda membangun visi, Anda harus bisa menggali apa yang menjadi keinginan terdalam Anda. Sesuai dengan nilai yang Anda anut, sehingga Anda harus mengenal dengan sadar apa nilai yang Anda anut. Visi yang layak untuk diperjuangkan, visi yang benar-benar berarti, untuk diri sendiri dunia akhirat dan juga bagi orang lain, bahkan untuk dunia.
Inspirasi dari diri Anda itu ialah visi yang kuat. Atau istilah bahasa Inggrisnya ialah Powerful Vision. Sebuah visi yang bisa menggerakan kita untuk mengambil apapun tindakan yang diperlukan untuk mewujudkan visi tersebut. Sudahkah Anda memiliki visi seperti ini? Tanpa memiliki visi yang kuat, tanpa sadar kita menyia-nyiakan hidup kita. Padahal memiliki visi masa depan diperintahkan oleh Allah melalui ayat berikut ini:
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al Hasyr:18)
Namun, kita tidak akan mendapatkan inspirasi yang berarti jika visi kita lemah. Kita harus memiliki visi yang sangat kuat, yang memberikan dorongan besar sehingga kita mau melakukan apa pun yang diperlukan. Visi yang sangat pantas untuk diperjuangkan, sesuai dengan nilai-nilai yang kita anut, dan merupakan keinginan terdalam kita setelah bertemu Allah.
Oleh karena itu, saat Anda membangun visi, Anda harus bisa menggali apa yang menjadi keinginan terdalam Anda. Sesuai dengan nilai yang Anda anut, sehingga Anda harus mengenal dengan sadar apa nilai yang Anda anut. Visi yang layak untuk diperjuangkan, visi yang benar-benar berarti, untuk diri sendiri dunia akhirat dan juga bagi orang lain, bahkan untuk dunia.
Label:
Muhammad
Thursday, 17 September 2009
PENULISAN AL-QUR’AN DAN PENGUMPULANNYA

Penulisan dan pengumpulan Al-Qur’an melewati tiga jenjang.
TAHAP PERTAMA.
Zaman Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Pada jenjang ini penyandaran pada hafalan lebih banyak daripada penyandaran pada tulisan karena hafalan para Sahabat Radhiyallahu ‘anhum sangat kuat dan cepat disamping sedikitnya orang yang bisa baca tulis dan sarananya. Oleh karena itu siapa saja dari kalangan mereka yang mendengar satu ayat, dia akan langsung menghafalnya atau menuliskannya dengan sarana seadanya di pelepah kurma, potongan kulit, permukaan batu cadas atau tulang belikat unta. Jumlah para penghapal Al-Qur’an sangat banyak
Dalam kitab Shahih Bukhari [1] dari Anas Ibn Malik Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus tujuh puluh orang yang disebut Al-Qurra’. Mereka dihadang dan dibunuh oleh penduduk dua desa dari suku Bani Sulaim ; Ri’l dan Dzakwan di dekat sumur Ma’unah. Namun dikalangan para sahabat selain mereka masih banyak para penghapal Al-Qur’an, seperti Khulafaur Rasyidin, Abdullah Ibn Mas’ud, Salim bekas budak Abu Hudzaifah, Ubay Ibn Ka’ab, Mu’adz Ibn Jabal, Zaid Ibn Tsabit dan Abu Darda Radhiyallahu ‘anhum.
TAHAP KEDUA
Pada zaman Abu Bakar Ash-Shiddiq Radhiyallahu ‘anhu tahun dua belas Hijriyah. Penyebabnya adalah : Pada perang Yamamah banyak dari kalangan Al-Qurra’ yang terbunuh, di antaranya Salim bekas budak Abu Hudzaifah ; salah seorang yang Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk mengambil pelajaran Al-Qur’an darinya.
Maka Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu memerintahkan untuk mengumpulkan Al-Qur’an agar tidak hilang. Dalam kitab Shahih Bukahri [2] disebutkan, bahwa Umar Ibn Khaththab mengemukakan pandangan tersebut kepada Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu setelah selesainya perang Yamamah. Abu Bakar tidak mau melakukannya karena takut dosa, sehingga Umar terus-menerus mengemukakan pandangannya sampai Allah Subhanahu wa Ta’ala membukakan pintu hati Abu Bakar untuk hal itu, dia lalu memanggil Zaid Ibn Tsabit Radhiyallahu ‘anhu, di samping Abu Bakar bediri Umar, Abu Bakar mengatakan kepada Zaid : “Sesunguhnya engkau adalah seorang yang masih muda dan berakal cemrerlang, kami tidak meragukannmu, engkau dulu pernah menulis wahyu untuk Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka sekarang carilah Al-Qur’an dan kumpulkanlah!”, Zaid berkata : “Maka akupun mencari dan mengumpulkan Al-Qur’an dari pelepah kurma, permukaan batu cadas dan dari hafalan orang-orang. Mushaf tersebut
berada di tangan Abu Bakar hingga dia wafat, kemudian dipegang oleh Umar hingga wafatnya, dan kemudian di pegang oleh Hafsah Binti Umar Radhiyallahu ‘anhuma. Diriwayatkan oleh Bukhari secara panjang lebar.
Kaum muslimin saat itu seluruhnya sepakat dengan apa yang dilakukan oleh Abu Bakar, mereka menganggap perbuatannya itu sebagai nilai positif dan keutamaan bagi Abu Bakar, sampai Ali Ibn Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu mengatakan : “Orang yang paling besar pahalanya pada mushaf Al-Qur’an adalah Abu Bakar, semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberi rahmat kepada Abu Bakar karena, dialah orang yang pertama kali mengumpulkan Kitab Allah Subhanahu wa Ta’ala.
TAHAP KETIGA
Pada zaman Amirul Mukminin Utsman Ibn Affan Radhiyallahu ‘anhu pada tahun dua puluh lima Hijriyah. Sebabnya adalah perbedaan kaum muslimin pada dialek bacaan Al-Qur’an sesuai dengan perbedaan mushaf-mushaf yang berada di tangan para sahabat Radhiyallahu ‘anhum. Hal itu dikhawatirkan akan menjadi fitnah, maka Utsman Radhiyallahu ‘anhu memerintahkan untuk mengumpulkan mushaf-mushaf tersebut menjadi satu mushaf sehingga kaum muslimin tidak berbeda bacaannya kemudian bertengkar pada Kitab Allah Subhanahu wa Ta’ala dan akhirnya berpecah belah.
Dalam kitab Shahih Bukhari [3] disebutkan, bahwasanya Hudzaifah Ibnu Yaman Radhiyallahu ‘anhu datang menghadap Utsman Ibn Affan Radhiyallahu ‘anhu dari perang pembebasan Armenia dan Azerbaijan. Dia khawatir melihat perbedaaan mereka pada dialek bacaan Al-Qur’an, dia katakan : “Wahai Amirul Mukminin, selamtakanlah umat ini sebelum mereka berpecah belah pada Kitab Allah Subhanahu wa Ta’ala seperti perpecahan kaum Yahudi dan Nasrani!” Utsman lalu mengutus seseorang kepada Hafsah Radhiyallahu ‘anhuma : “Kirimkan kepada kami mushaf yang engkau pegang agar kami gantikan mushaf-mushaf yang ada dengannya kemudian akan kami kembalikan kepadamu!”, Hafshah lalu mengirimkan mushaf tersebut.
Kemudian Utsman memerintahkan Zaid Ibn Tsabit, Abdullah Ibn Az-Zubair, Sa’id Ibnul Ash dan Abdurrahman Ibnul Harits Ibn Hisyam Radhiyallahu ‘anhum untuk menuliskannya kembali dan memperbanyaknya. Zaid Ibn Tsabit berasal dari kaum Anshar sementara tiga orang yang lain berasal dari Quraisy. Utsman mengatakan kepada ketiganya : “Jika kalian berbeda bacaan dengan Zaid Ibn Tsabit pada sebagian ayat Al-Qur’an, maka tuliskanlah dengan dialek Quraisy, karena Al-Qur’an diturunkan dengan dialek tersebut!”, merekapun lalu mengerjakannya dan setelah selesai, Utsman mengembalikan mushaf itu kepada Hafshah dan mengirimkan hasil pekerjaan tersebut ke seluruh penjuru negeri Islam serta memerintahkan untuk membakar naskah mushaf Al-Qur’an selainnya.
Utsman Radhiyallahu ‘anhu melakukan hal ini setelah meminta pendapat kepada para sahabat Radhiyalahu ‘anhum yang lain sesuai dengan apa yang diriwayatkan oleh Abu Dawud [4] dari Ali Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya dia mengatakan : “Demi Allah, tidaklah seseorang melakukan apa yang dilakukan pada mushaf-mushaf Al-Qur’an selain harus meminta pendapat kami semuanya”, Utsman mengatakan : “Aku berpendapat sebaiknya kita mengumpulkan manusia hanya pada satu Mushaf saja sehingga tidak terjadi perpecahan dan perbedaan”. Kami menjawab : “Alangkah baiknya pendapatmu itu”.
Mush’ab Ibn Sa’ad [5] mengatakan : “Aku melihat orang banyak ketika Utsman membakar mushaf-mushaf yang ada, merekapun keheranan melihatnya”, atau dia katakan : “Tidak ada seorangpun dari mereka yang mengingkarinya, hal itu adalah termasuk nilai positif bagi Amirul Mukminin Utsman Ibn Affan Radhiyallahu ‘anhu yang disepakati oleh kaum muslimin seluruhnya. Hal itu adalah penyempurnaan dari pengumpulan yang dilakukan Khalifah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam Abu Bakar Ash-Shiddiq Radhiyallahu ‘anhu.
Perbedaan antara pengumpulan yang dilakukan Utsman dan pengumpulan yang dilakukan Abu Bakar Radhiyallahu anhuma adalah : Tujuan dari pengumpulan Al-Qur’an di zaman Abu Bakar adalah menuliskan dan mengumpulkan keseluruhan ayat-ayat Al-Qur’an dalam satu mushaf agar tidak tercecer dan tidak hilang tanpa membawa kaum muslimin untuk bersatu pada satu mushaf ; hal itu dikarenakan belih terlihat pengaruh dari perbedaan dialek bacaan yang mengharuskannya membawa mereka untuk bersatu pada satu mushaf Al-Qur’an saja.
Sedangkan tujuan dari pengumpulan Al-Qur’an di zaman Utsman Radhiyallahu ‘anhu adalah : Mengumpulkan dan menuliskan Al-Qur’an dalam satu mushaf dengan satu dialek bacaan dan membawa kaum muslimin untuk bersatu pada satu mushaf Al-Qur’an karena timbulnya pengaruh yang mengkhawatirkan pada perbedaan dialek bacaan Al-Qur’an.
Hasil yang didapatkan dari pengumpulan ini terlihat dengan timbulnya kemaslahatan yang besar di tengah-tengah kaum muslimin, di antaranya : Persatuan dan kesatuan, kesepakatan bersama dan saling berkasih sayang. Kemudian mudharat yang besarpun bisa dihindari yang di antaranya adalah : Perpecahan umat, perbedaan keyakinan, tersebar luasnya kebencian dan permusuhan.
Mushaf Al-Qur’an tetap seperti itu sampai sekarang dan disepakati oleh seluruh kaum muslimin serta diriwayatkan secara Mutawatir. Dipelajari oleh anak-anak dari orang dewasa, tidak bisa dipermainkan oleh tangan-tangan kotor para perusak dan tidak sampai tersentuh oleh hawa nafsu orang-orang yang menyeleweng.
Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala Tuhan langit, Tuhan bumi dan Tuhan sekalian alam.
[Disalin dari kitab Ushuulun Fie At-Tafsir edisi Indonesia Belajar Mudah Ilmu Tafsir oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, Penerbit Pustaka As-Sunnah, Penerjemah Farid Qurusy]
__________
Foote Note
1. Diriwayatkan oleh Bukhari, Kitab Al-Jihad, Bab Al-Aunu Bil Madad, hadits nomor 3064
2. Diriwayatkan oleh Bukhari, Kitab At-Tafsir, Bab Qauluhu Ta’ala : Laqad jaa’akum Rasuulun Min Anfusikum Aziizun Alaihi Maa Anittum … al-ayat
3. Diriwayatkan oleh Bukhari, Kitab Fadhaailul Qur’an, Bab Jam’ul Qur’an, hadits nomor 4978
4. Diriwayatkan oleh Al-Khatib dalam Kitabnya Al-Fashl Lil Washl Al-Mudraj, jilid : 2 halaman 954, dalam sanadnya terdapat rawi bernama Muhammad Ibn Abban Al-Ju’fi (Al-Ilal karya Ad-Daruquthni, jilid 3, halaman 229-230), Ibn Ma’in mengatakan : “Dia dha’if (Al-Jarhu wat Ta’dil karya Ar-Razi, jilid 7 halam 200. Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam kitab Al-Mashaahif halaman 22
5. Diriwayatklan oleh Abu Dawud dalam Kitab Al-Mashaahif, Hal. 12
Label:
Muhammad
Thursday, 27 August 2009
CELOTEH ANAK
MALAIKAT PENCATAT AMAL
Seperti biasa, siang itu aku bersama kedua anakku, ahda dan asfa istirahat di rumah. Sambil melipat baju dari jemuran, aku menemani anak anakku bermain. Tiba tiba Ahda datang dan berkata "Mi, tadi aku nakali adik, udah dicatat malaikat atid belum ya mi? aku menjawab "Ya sudah dicatat?" segera ahda istighfar "astaghfirullah". Ya Allah, anakku mengingatkan aku. Sedikit aja dia melakukan kesalahan segera dia ingat kalau kesalahannya dicatat sama malaikat atid dan segera membersamai dengan istighfar. Berapa kali kita melakukan kesalahan dan begitu mudah kita melupakan kesalahan tersebut.
JADI PEMIMPIN
Hari ini merupakan hari pertama ahda sekolah di SDIT Luqman Al Hakim. Ada pengalaman menarik yang diceritakan ahda saat pulang sekolah. "Mi, tadi itu pemilihan ketua kelas". "Lalu siapa yang terpilih?" tanyaku. "Mbak Fida. Aku nggak tahu sih ketua kelas itu apa, ternyata ketua kelas itu tugasnya memimpin. Kalau suruh jadi pemimpin, ya saya mau". Jawab ahda dengan nada agak kecewa. Memang sejak kecil, saya selalu menanamkan pada anak anakku bahwa kita besok mau jadi pemimpin. Kita harus sekolah, kita harus mengaji dan lainnya itu dalam rangka mempersiapkan supaya besok bisa jadi pemimpin yang kuat.
ALLAH REPOT
Bencana tsunami melanda Aceh Raya. Kita bangsa Indonesia senantiasa mengikuti perkembangan korban tsunami lewat televisi. Tidak ketinggalan juga saya dan anak anak saya. Ketika melihat masih ada orang aceh yang selamat saya berkomentar sambil memberikan hikmah pada anak anak saya "Subhanallah, orang orang yang selamat itu memang benar benar pilihan Allah, Allah masih menghendaki orang itu untuk diselamatkan", kataku menerangkan. E….. si Asfa yang baru berumur 5 tahun menimpali "Iya ya mi, kalau semuanya diselamatkan Allah, kan Allah repot ya mi". langsung kakaknya menjawab "ya tidak, Allah itu Maha Kuasa. Allah itu bisa menyelamatkan orang banyak dan tidak kerepotan".
SEDIH MELIHAT TEMAN BERTENGKAR
Pertengkaran di antara anak anak itu sudah biasa, tetapi menjadi sesuatu yang mengharukan bagi Ahda. Saat itu Ahda berumur 7 tahun. Pulang sekolah Ahda bercerita " Mi, tadi aku menangis". "Kenapa?" tanyaku menyelidik. "Tadi itu mbak Fida dan Kiki bertengkar, aku sedih sekali. Bukankah mereka itu orang Islam? Sesama orang Islam itu kan bersaudara ya mi, kok mereka malah bertengkar…..? saya sedih melihat mereka", kata Ahda dengan nada haru.
Seperti biasa, siang itu aku bersama kedua anakku, ahda dan asfa istirahat di rumah. Sambil melipat baju dari jemuran, aku menemani anak anakku bermain. Tiba tiba Ahda datang dan berkata "Mi, tadi aku nakali adik, udah dicatat malaikat atid belum ya mi? aku menjawab "Ya sudah dicatat?" segera ahda istighfar "astaghfirullah". Ya Allah, anakku mengingatkan aku. Sedikit aja dia melakukan kesalahan segera dia ingat kalau kesalahannya dicatat sama malaikat atid dan segera membersamai dengan istighfar. Berapa kali kita melakukan kesalahan dan begitu mudah kita melupakan kesalahan tersebut.
JADI PEMIMPIN
Hari ini merupakan hari pertama ahda sekolah di SDIT Luqman Al Hakim. Ada pengalaman menarik yang diceritakan ahda saat pulang sekolah. "Mi, tadi itu pemilihan ketua kelas". "Lalu siapa yang terpilih?" tanyaku. "Mbak Fida. Aku nggak tahu sih ketua kelas itu apa, ternyata ketua kelas itu tugasnya memimpin. Kalau suruh jadi pemimpin, ya saya mau". Jawab ahda dengan nada agak kecewa. Memang sejak kecil, saya selalu menanamkan pada anak anakku bahwa kita besok mau jadi pemimpin. Kita harus sekolah, kita harus mengaji dan lainnya itu dalam rangka mempersiapkan supaya besok bisa jadi pemimpin yang kuat.
ALLAH REPOT
Bencana tsunami melanda Aceh Raya. Kita bangsa Indonesia senantiasa mengikuti perkembangan korban tsunami lewat televisi. Tidak ketinggalan juga saya dan anak anak saya. Ketika melihat masih ada orang aceh yang selamat saya berkomentar sambil memberikan hikmah pada anak anak saya "Subhanallah, orang orang yang selamat itu memang benar benar pilihan Allah, Allah masih menghendaki orang itu untuk diselamatkan", kataku menerangkan. E….. si Asfa yang baru berumur 5 tahun menimpali "Iya ya mi, kalau semuanya diselamatkan Allah, kan Allah repot ya mi". langsung kakaknya menjawab "ya tidak, Allah itu Maha Kuasa. Allah itu bisa menyelamatkan orang banyak dan tidak kerepotan".
SEDIH MELIHAT TEMAN BERTENGKAR
Pertengkaran di antara anak anak itu sudah biasa, tetapi menjadi sesuatu yang mengharukan bagi Ahda. Saat itu Ahda berumur 7 tahun. Pulang sekolah Ahda bercerita " Mi, tadi aku menangis". "Kenapa?" tanyaku menyelidik. "Tadi itu mbak Fida dan Kiki bertengkar, aku sedih sekali. Bukankah mereka itu orang Islam? Sesama orang Islam itu kan bersaudara ya mi, kok mereka malah bertengkar…..? saya sedih melihat mereka", kata Ahda dengan nada haru.
Label:
CARAKA
HIKMAH 2
Menjawab Kritik
Ketika kaum Muslim baru saja kembali dari suatu peperangan yang melelahkan, sebagai kepala negara, Khalifah Umar bin Khatab menyampaikan pidato kenegaraan sebagai laporan kemenangan gemilang yang baru saja diraih oleh pasukannya. Namun, ketika selesai mengucapkan kalimah hamdalah dan salawat, diiringi dengan kata-kata, ''Wahai manusia, dengarkan dan dan taatilah!'' itu tiba-tiba seorang di antara yang hadir langsung berdiri dan menginterupsi, ''Hari ini kami tidak akan mendengar dan menaatimu wahai Ibn Khattab!'' kata orang itu.
Khalifah tertegun dan keheranan, sambil berkata, ''Ada apa?'' Laki-laki itu melanjutkan, ''Anda telah membagi-bagi ganimah [rampasan] kepada kami. Kami masing-masing mendapatkan jatah sehelai kain. Kami lihat Anda hari ini memakai baju baru. Dari mana Anda peroleh jatah kain lainnya?''
Khalifah Umar kemudian menyuruh anaknya menjawab. ''Wahai Abdullah bin Umar, bangun dan jawablah pertanyaannya.'' Abdullah bin Umar kemudian berdiri dan berkata, ''Ya. Aku lihat baju ayahku tidak cukup dengan kain yang dibagikan, lalu bagianku aku berikan kepadanya agar cukup untuk sebuah jubah, karena jubahnya yang ada telalu banyak tambalan.''
Mendengar itu, laki-laki itu bangkit dari tempat duduknya lalu berkata, ''Sekarang kami akan mendengar dan menaatimu wahai Khalifah. Silakan lanjutkan pidatomu!''
Untuk ukuran zaman sekarang, para pendukung seorang pemimpin pasti tersinggung dan bereaksi keras bila orang berulah sebagaimana laki-laki itu. Apalagi, orang itu bersikap taksopan --dalam anggapan umum saat ini-- di hadapan seorang kepala negara dan berani melontarkan tuduhan atau dugaan yang tidak benar di depan publik. Tindakan itu bahkan bisa dianggap merongrong dan merusak nama baik sang pemimpin. Oleh karena itu, tak jarang para pendukung tokoh itu melakukan segala cara untuk membungkam suara-suara seperti itu demi menyelamatkan pemimpin yang didukungnya.
Bandingkan dengan sikap Khalifah Umar yang tidak tersinggung sedikitpun itu. Beliau menyadari bahwa rakyat mempunyai hak untuk menyampaikan kritik sesuai dengan janjinya ketika dinobatkan sebagai Khalifah. ''Siapa yang melihat aku tak beres, silakan tegur dan luruskan aku.'' Saat itu seorang laki-laki bangkit dari duduknya dan berkata, ''Ya. Kami akan menegurmu dengan mata pedang kami.'' Umar tidak kaget, terlebih lagi karena ia merasa tidak melakukan sesuatu apa pun seperti yang dituduhkan.
Beliau dengan serius mendengar suara mereka, kemudian segera memberikan jawaban dengan bukti-bukti nyata yang meyakinkan umat. Namun, bukan sebaliknya, Ia malah mengecam dan mengancam. Wallahu a'lam. (Muhammad Abbas Aula)
Ketika kaum Muslim baru saja kembali dari suatu peperangan yang melelahkan, sebagai kepala negara, Khalifah Umar bin Khatab menyampaikan pidato kenegaraan sebagai laporan kemenangan gemilang yang baru saja diraih oleh pasukannya. Namun, ketika selesai mengucapkan kalimah hamdalah dan salawat, diiringi dengan kata-kata, ''Wahai manusia, dengarkan dan dan taatilah!'' itu tiba-tiba seorang di antara yang hadir langsung berdiri dan menginterupsi, ''Hari ini kami tidak akan mendengar dan menaatimu wahai Ibn Khattab!'' kata orang itu.
Khalifah tertegun dan keheranan, sambil berkata, ''Ada apa?'' Laki-laki itu melanjutkan, ''Anda telah membagi-bagi ganimah [rampasan] kepada kami. Kami masing-masing mendapatkan jatah sehelai kain. Kami lihat Anda hari ini memakai baju baru. Dari mana Anda peroleh jatah kain lainnya?''
Khalifah Umar kemudian menyuruh anaknya menjawab. ''Wahai Abdullah bin Umar, bangun dan jawablah pertanyaannya.'' Abdullah bin Umar kemudian berdiri dan berkata, ''Ya. Aku lihat baju ayahku tidak cukup dengan kain yang dibagikan, lalu bagianku aku berikan kepadanya agar cukup untuk sebuah jubah, karena jubahnya yang ada telalu banyak tambalan.''
Mendengar itu, laki-laki itu bangkit dari tempat duduknya lalu berkata, ''Sekarang kami akan mendengar dan menaatimu wahai Khalifah. Silakan lanjutkan pidatomu!''
Untuk ukuran zaman sekarang, para pendukung seorang pemimpin pasti tersinggung dan bereaksi keras bila orang berulah sebagaimana laki-laki itu. Apalagi, orang itu bersikap taksopan --dalam anggapan umum saat ini-- di hadapan seorang kepala negara dan berani melontarkan tuduhan atau dugaan yang tidak benar di depan publik. Tindakan itu bahkan bisa dianggap merongrong dan merusak nama baik sang pemimpin. Oleh karena itu, tak jarang para pendukung tokoh itu melakukan segala cara untuk membungkam suara-suara seperti itu demi menyelamatkan pemimpin yang didukungnya.
Bandingkan dengan sikap Khalifah Umar yang tidak tersinggung sedikitpun itu. Beliau menyadari bahwa rakyat mempunyai hak untuk menyampaikan kritik sesuai dengan janjinya ketika dinobatkan sebagai Khalifah. ''Siapa yang melihat aku tak beres, silakan tegur dan luruskan aku.'' Saat itu seorang laki-laki bangkit dari duduknya dan berkata, ''Ya. Kami akan menegurmu dengan mata pedang kami.'' Umar tidak kaget, terlebih lagi karena ia merasa tidak melakukan sesuatu apa pun seperti yang dituduhkan.
Beliau dengan serius mendengar suara mereka, kemudian segera memberikan jawaban dengan bukti-bukti nyata yang meyakinkan umat. Namun, bukan sebaliknya, Ia malah mengecam dan mengancam. Wallahu a'lam. (Muhammad Abbas Aula)
Label:
CARAKA
HIKMAH
Kisah Segelas Susu
Suatu hari, Khalifah Abu Bakar al-Shidiq kembali dari pasar. Di rumah, beliau melihat segelas susu murni di atas meja. Karena rasa haus akibat aktivitas yang melelahkan, beliau meminum susu tersebut tanpa curiga sedikit pun tentang asal-usul segelas susu tersebut.
Saat itu, pembantu beliau masuk rumah dan menyaksikan tuannya telah menghabiskan segelas susu yang dia letakkan di atas meja, selanjutnya ia berkata, ''Ya Tuanku, biasanya sebelum engkau memakan dan meminum sesuatu pasti menanyakan lebih dulu asal-muasal makanan dan minuman tersebut, mengapa sewaktu meminum susu tadi engkau tidak bertanya sedikit pun tapi langsung meminumnya?'' Dengan rasa kaget, Abu Bakar bertanya, ''Memangnya susu ini dari mana?'' Pembantunya menjawab, ''Begini, ya Tuanku, pada zaman jahiliyah dulu dan sebelum masuk Islam, saya adalah kahin (dukun) yang menebak nasib seseorang.
Suatu kali setelah saya ramal nasib seorang pelanggan, dia tidak sanggup membayar karena tidak punya uang, tapi dia berjanji suatu saat akan membayar. Tadi pagi saya bertemu di pasar dan dia memberikan susu itu sebagai bayaran untuk utang yang dulu belum sempat dia bayar.'' Mendengar itu, langsung Abu Bakar memasukkan jari telunjuknya ke dalam mulut dan mengoyang-goyangkan anak lidah agar muntah. Beliau berusaha untuk mengeluarkan susu tersebut dari perutnya, dan tidak ingin sedikit pun tersisa. Bahkan dalam riwayat itu disebutkan, beliau sampai pingsan karena berusaha memuntahkan seluruh susu yang telanjur beliau minum dan berkata, ''Walaupun saya harus mati karena mengeluarkan susu ini dari perut saya, saya rela.''
Banyak disebutkan dalam kisah para sahabat Nabi, para salafu al shalih sangat menjaga setiap makanan dan minuman sebelum masuk ke dalam perut. Ketika mereka sudah benar-benar yakin bahwa makanan tersebut halal seratus persen, barulah mereka berani memakannya, tapi kalau masih berbau syubhat apalagi haram mereka tidak mau memakannya, walaupun harus kelaparan. Para salafu al shalih sangat takut kepada hadis Nabi, ''Setiap daging yang tumbuh dari makanan yang haram, maka api neraka lebih pantas untuknya.'' Di samping itu, mereka sangat yakin bahwa makanan adalah sumber tenaga dan inspirasi untuk tubuh dan otak. Makanan yang halal akan membuat tubuh gampang untuk melaksanakan ibadah.
Kehati-hatian mereka juga untuk keluarga. Mereka tidak mau memberi makanan yang haram kepada keturunannya agar melahirkan sifat terpuji, karena yakin ketika keluarga diberi makanan yang haram, jangan diharapkan istri dan anak kita akan membawa kedamaian di tengah keluarga. Sang anak dan istri akan jauh dari sifat shalih dan shalihah. Istri-istri di zaman sahabat dan salaf al shalih selalu berpesan kepada suaminya sebelum berangkat kerja, ''Wahai suamiku, kami kuat menahan lapar, tapi tidak kuat terhadap api neraka, carilah rezeki yang halal untuk kami.'' (Okrisal Eka Putra)
Suatu hari, Khalifah Abu Bakar al-Shidiq kembali dari pasar. Di rumah, beliau melihat segelas susu murni di atas meja. Karena rasa haus akibat aktivitas yang melelahkan, beliau meminum susu tersebut tanpa curiga sedikit pun tentang asal-usul segelas susu tersebut.
Saat itu, pembantu beliau masuk rumah dan menyaksikan tuannya telah menghabiskan segelas susu yang dia letakkan di atas meja, selanjutnya ia berkata, ''Ya Tuanku, biasanya sebelum engkau memakan dan meminum sesuatu pasti menanyakan lebih dulu asal-muasal makanan dan minuman tersebut, mengapa sewaktu meminum susu tadi engkau tidak bertanya sedikit pun tapi langsung meminumnya?'' Dengan rasa kaget, Abu Bakar bertanya, ''Memangnya susu ini dari mana?'' Pembantunya menjawab, ''Begini, ya Tuanku, pada zaman jahiliyah dulu dan sebelum masuk Islam, saya adalah kahin (dukun) yang menebak nasib seseorang.
Suatu kali setelah saya ramal nasib seorang pelanggan, dia tidak sanggup membayar karena tidak punya uang, tapi dia berjanji suatu saat akan membayar. Tadi pagi saya bertemu di pasar dan dia memberikan susu itu sebagai bayaran untuk utang yang dulu belum sempat dia bayar.'' Mendengar itu, langsung Abu Bakar memasukkan jari telunjuknya ke dalam mulut dan mengoyang-goyangkan anak lidah agar muntah. Beliau berusaha untuk mengeluarkan susu tersebut dari perutnya, dan tidak ingin sedikit pun tersisa. Bahkan dalam riwayat itu disebutkan, beliau sampai pingsan karena berusaha memuntahkan seluruh susu yang telanjur beliau minum dan berkata, ''Walaupun saya harus mati karena mengeluarkan susu ini dari perut saya, saya rela.''
Banyak disebutkan dalam kisah para sahabat Nabi, para salafu al shalih sangat menjaga setiap makanan dan minuman sebelum masuk ke dalam perut. Ketika mereka sudah benar-benar yakin bahwa makanan tersebut halal seratus persen, barulah mereka berani memakannya, tapi kalau masih berbau syubhat apalagi haram mereka tidak mau memakannya, walaupun harus kelaparan. Para salafu al shalih sangat takut kepada hadis Nabi, ''Setiap daging yang tumbuh dari makanan yang haram, maka api neraka lebih pantas untuknya.'' Di samping itu, mereka sangat yakin bahwa makanan adalah sumber tenaga dan inspirasi untuk tubuh dan otak. Makanan yang halal akan membuat tubuh gampang untuk melaksanakan ibadah.
Kehati-hatian mereka juga untuk keluarga. Mereka tidak mau memberi makanan yang haram kepada keturunannya agar melahirkan sifat terpuji, karena yakin ketika keluarga diberi makanan yang haram, jangan diharapkan istri dan anak kita akan membawa kedamaian di tengah keluarga. Sang anak dan istri akan jauh dari sifat shalih dan shalihah. Istri-istri di zaman sahabat dan salaf al shalih selalu berpesan kepada suaminya sebelum berangkat kerja, ''Wahai suamiku, kami kuat menahan lapar, tapi tidak kuat terhadap api neraka, carilah rezeki yang halal untuk kami.'' (Okrisal Eka Putra)
Label:
CARAKA
Monday, 24 August 2009
LAPORAN PERTANGGUNG JAWABAN
KEGIATAN MENYAMBUT
HARI KEMERDEKAAN RI KE-64
TAHUN 2009
ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH
SMP PASUNDAN RANCAEKEK
JL. TULIP RAYA BLOK IV BUMI RANCAEKEK KENCANA
KABUPATENBANDUNG
Rancaekek 20 Agustus 2009
Nomor : 02 /PHBN/OSIS-SMP PAS./VIII/09
Lamp. : 1 berkas
Hal : Laporan Pertanggung Jawaban
Kegiatan meyambut HUT. Ke- 64 RI
Kepada
Yth. Kepala SMP Pasundan Rancaekek
Di tempat
Assalamualaikum……
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat dan karunia-Nya kami dapat melaksanakan kegiatan Menyambut HUT ke-64 RI .
Ucapan terima kasih kami ucapkan kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam menyelenggarakan . Semoga bantuan semua pihak diterima oleh Allah SWT .
Berikut kami sampaikan tentang laporan pertanggung jawaban kegiatan “Menyambut HUT Ke-64 RI”
Wassalamualaikum Wr.Wb
Sekretaris
Winda Hestiana
Ketua
Pelaksana
AmirLatief
Ketua Umum
Devy Ariesta
LAPORAN PERTANGGUNG JAWABAN
KEGIATAN MENYAMBUT HUT KE – 64 RI
Alhamdulillahirobbilalamin. Dengan ini kami sampaikan laporan pertanggung jawaban Kegiatan Menyambut HUT ke-64 RI , sebagai berikut
I.PRA KEGIATAN
Berikut ini merupakan kegiatan – kegiatan yang kami laksanakan untuk mempersiapkan kegiatan , yaitu :
a. Rapat I
Hari / Tanggal : Senin, 14 Juli 2009
Tempat : Kelas IX G
Hasil : Pembentukan panitia
b. Rapat II
Hari / Tanggal :Sabtu, 25 Juli 2009
Tempat : Kelas IX E
Hasil : Pembentukan sie
c. Rapat III
Hari / Tanggal : Rabu, 29 Juli 2009
Tempat : Ruang OSIS
Hasil : Penentuan anggaran dana
d. Rapat IV
Hari / Tanggal : Sabtu, 1 Agustus 2009
Tempat : Kelas IX G
Hasil : Acara yang akan disajikan
e. Rapat V
Hari / Tanggal : Sabtu, 8 Agustus 2009
Tempat : Kelas XII IPA 3
Hasil : Koordinasi sie humas dan perlengkapan
f. Rapat VI
Hari / Tanggal : Kamis, 13 Agustus 2009
Tempat : Kelas VII F
Hasil : Koordinasi sie dekorasi/Peseiapan Akhir Panitia
II.BENTUK KEGIATAN
Dalam kegiatan ini telah tercatat yang hadir adalah seluruh siswa dan siswi SMP Pasundan Rancaekek.
Adapun bentuk kegiatan yang teah dilaksanakan , sebagai berikut :
a. Lomba Baca Puisi
b. Lomba Pidato
c. Lomba Sepeda hias
d. Lomba Kaligrafi
e. Lomba Permainan
f. Hiburan (Electone)
III. PELAKSANAAN KEGIATAN
Kegiatan ini dilaksanakan pada :
Hari /Tanggal : Sabtu, 15 Agustus 2009
Tempat : Lapangan Upacara SMP Pasundan Rancaekek
IV. SUSUNAN PANITIA
(Terlampir)
V. ANGGARAN DANA
(Terlampir)
VI. REALISASI DANA
(Terlampir)
VII. SUSUNAN ACARA
(Terlampir)
VIII. REALISASI SUSUNAN ACARA
(Terlampir)
IX. EVALUASI
1. 1. Sekretaris
Bertugas membuat proposal , surat keluar , serta laporan pertanggung jawaban kegiatan.
• Kegiatan Pra Pelaksanaan
- Membuat proposal
- Membuat surat perijinan dan berbagai surat keluar
- Meminta tanda tangan proposal dan berbagai surat keluar
• Kegiatan Lomba
- Membantu kerja seksi lain
• Hambata
- Pembuatan brosur lambat
Faktor Pendukung
- Mendapat bantuan dari sie lain
2. Bendahara
Bertugas mengenai keuangan kegiatan.
• Kegiatan Pra Pelaksanaan
- Membuat anggaran dana
• Kegiatan pelaksanaan Lomba
- Membantu kerja seksi lain
• Hambatan
- Pendanaan lambat
Faktor Pendukung
- Mendapat bantuan dari sie keskretariatan
3. Sie Acara
Bertugas mengatur jalannya acara.
• Kegiatan Pra
- Membuat susunan acara
- Membuat daftar acara
• Kegiatan Pelaksanaan
- Mengatur jalannya acara
• Hambatan
- Acaranya molor
- Durasi penampilan peserta kurang terkoordinasi
• Faktor Pendukung
- Mendapat bantuan dari sie lain
4. Sie Perlengkapan
Bertugas menyiapkan perlengkapan yang berhubungan dengan kegiatan .
• Kegiatan Pra Pelaksanaan
- Menyusun daftar perlengkapan
- Menyiapkan perlengkapan kepanitiaan
• Kegiatan Pelaksanaan
- Membantu kerja seksi lain
• Hambatan
-
Faktor Pendukung
- Mendapat bantuan dari sie keskretariatan
6. Sie Dekorasi
Bertugas menyipakan dekorasi panggung untuk kegiatan.
• Kegiatan Pra Pelaksanaan
- Membuat rancangan dekor panggung
- Membeli barang – barang yang dibutuhkan
• Kegiatan Pelaksanaan
- Membantu kerja seksi lain
• Hambatan
- Kurang koordinasi dengan panitia lain
• Faktor Pendukung
- Mendapat bantuan dari sie lain
7. Sie Humas
Bertugas mengatur hubungan dengan pihak sekolah maupun luar
• Kegiatan Pra Pelaksanaan
- Membantu sekretaris dalam pengajuan proposal
- Membuat brosur untuk promosi kegiatan ke tiap kelas
• Kegiatan Pelaksanaan
- Membantu kerja seksi lain
• Hambatan
- Kurang koordinasi antar panitia
Faktor Pendukung
- Mendapat bantuan dari sie lain
8. Sie Dokumentasi
Bertugas mengabadikan kegiatan.
• Kegiatan Pra Pelaksanaan
- Mencari peralatan dokumentasi
• Kegiatan Pelaksanaan
- Membantu kerja seksi lain
- Mengabadikan kegiatan
• Hambatan
- Kurang koordinasi antar panitia
• Faktor Pendukung
- Mendapat bantuan dari sie lain
9. Sie Konsumsi
Bertugas menyiapkan konsumsi .
• Kegiatan Pra Pelaksanaan
- Menyusun anggaran konsumsi
• Kegiatan Pelaksanaan
- Menyediakan konsumsi
• Hambatan
- Kurang koordinasi antar panitia
• Faktor Pendukung
- Mendapat bantuan dari sie lain
X . PENUTUP
Demikian laporan pertanggung jawaban ini kami buat , semoga kegiatan ini dapat memberi manfaat bagi kita semua dan semoga amal perbuatan kita semua diterima oleh Allah SWT . Amin……..
Rancaekek, 20 Agustus 2009
Panitia Pelaksana
Kegiatan Menyambut HUT Ke – 64 RI
Sekretaris
Winda Hestiana
Ketua Pelaksana
AmirLatief
Ketua Umum
Devy Ariesta
Lampiran 1
SUSUNAN PANITIA
KEGIATAN MENYAMBUT HUT KE – 64 RI
OSIS SMP PASUNDAN RANCAEKEK 2009-2010
Pelindung : Drs. Cucu Suryana.
Pembina : Saefudin Budiansyah S.Pd.
Tono Hartono
Ketua Umum : Devy Ariesta
Ketua Pelaksana : Amir Latief
Sekretaris :Winda
Bendahara : Erlinda Febrianti
Fina Nur H
Sie-Sie
1. Sie Dana
Koordinator : Indrie Puspitasari
Anggota : Andina
M. Gerlald
Sintiana
2. Sie Humas
Koordinator : Fina Rahmatul
Anggota : Ayu
Nia
Sri
3. Sie Acara
Koordinator : Windi Oktasela
Anggota : Selvi
Akeira
Yopa Sopian
Rima
Nurbaethy nanda
Dian Triani
5. Sie Konsumsi
Koordinator : Irna Ayu
Anggota : Pipit Rahayu
Fitri handayani
6. Sie Perlengkapan
Koordinator : Ria Restiani
Anggota : Fera Siti N
Agung
M Jalaludin
7. Sie Dokumentasi
Koordinator : Winda Hestiana
Anggota : Wina Susilawati
Sintia Mutiara Sari
Lampiran 2
ANGGARAN DANA KEGIATAN
MEMPERINGATI HUT KE – 64 RI
Pemasukan : 1.Sekolah Rp . 460.000
TOTAL PEMASUKAN Rp. 460.000
Pengeluaran :
1. Sound System Rp. 100.0002. Transport Rp. 60.0003. Dekorasi Rp. 20.0004. Dokumentasi Rp. 20.0005. Konsumsi Rp. 100.00
6.Humas Rp. 20.000
7.Keskretariatan Rp. 50.000
8.Hadiah Rp. 90.000
TOTAL PENGELUARAN Rp. 460.000
Saldo : Pemasukan Rp. 460.000
Pengeluaran Rp.460.000 Rp. 0
Lampiran 4
SUSUNAN ACARA
PERLOMBAAN MEMPERINGATI HUT KE – 64 RI
06.00 – 06.30 : Persiapan panitia
06.30 - 07.30 : Daftar Ulang Peserta
07.30 - 10.00 : Perlombaan
10.00 – 11..30 : Hiburan
11.30 – selesai : Penutupan
LEMBAR PERSETUJUAN
KEGIATAN MEMPERINGATI HUT KE – 64 RI
Rancaekek, 20 Agustus 2009
PANITIA KEGIATAN MEMPERINGATI
HUT KE – 64 REPUBLIK INDONESIA
Sekretaris
Winda Hestiana
Ketua Pelaksana
AmirLatief
Ketua Umum Osis
SMP Pasundan Rancaekek
Devy Ariesta
Mengetahui,
Pembina OSIS
SMP Pasundan Rancaekek
Tono Hartono
Kesiswaan
SMP Pasundan Rancaekek
Saefudin Budiansyah S.Pd
Menyetujui,
Kepala SMP Pasundan Rancaekek,
Drs. Cucu Suryana
NIP.
KEGIATAN MENYAMBUT
HARI KEMERDEKAAN RI KE-64
TAHUN 2009
ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH
SMP PASUNDAN RANCAEKEK
JL. TULIP RAYA BLOK IV BUMI RANCAEKEK KENCANA
KABUPATENBANDUNG
Rancaekek 20 Agustus 2009
Nomor : 02 /PHBN/OSIS-SMP PAS./VIII/09
Lamp. : 1 berkas
Hal : Laporan Pertanggung Jawaban
Kegiatan meyambut HUT. Ke- 64 RI
Kepada
Yth. Kepala SMP Pasundan Rancaekek
Di tempat
Assalamualaikum……
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat dan karunia-Nya kami dapat melaksanakan kegiatan Menyambut HUT ke-64 RI .
Ucapan terima kasih kami ucapkan kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam menyelenggarakan . Semoga bantuan semua pihak diterima oleh Allah SWT .
Berikut kami sampaikan tentang laporan pertanggung jawaban kegiatan “Menyambut HUT Ke-64 RI”
Wassalamualaikum Wr.Wb
Sekretaris
Winda Hestiana
Ketua
Pelaksana
AmirLatief
Ketua Umum
Devy Ariesta
LAPORAN PERTANGGUNG JAWABAN
KEGIATAN MENYAMBUT HUT KE – 64 RI
Alhamdulillahirobbilalamin. Dengan ini kami sampaikan laporan pertanggung jawaban Kegiatan Menyambut HUT ke-64 RI , sebagai berikut
I.PRA KEGIATAN
Berikut ini merupakan kegiatan – kegiatan yang kami laksanakan untuk mempersiapkan kegiatan , yaitu :
a. Rapat I
Hari / Tanggal : Senin, 14 Juli 2009
Tempat : Kelas IX G
Hasil : Pembentukan panitia
b. Rapat II
Hari / Tanggal :Sabtu, 25 Juli 2009
Tempat : Kelas IX E
Hasil : Pembentukan sie
c. Rapat III
Hari / Tanggal : Rabu, 29 Juli 2009
Tempat : Ruang OSIS
Hasil : Penentuan anggaran dana
d. Rapat IV
Hari / Tanggal : Sabtu, 1 Agustus 2009
Tempat : Kelas IX G
Hasil : Acara yang akan disajikan
e. Rapat V
Hari / Tanggal : Sabtu, 8 Agustus 2009
Tempat : Kelas XII IPA 3
Hasil : Koordinasi sie humas dan perlengkapan
f. Rapat VI
Hari / Tanggal : Kamis, 13 Agustus 2009
Tempat : Kelas VII F
Hasil : Koordinasi sie dekorasi/Peseiapan Akhir Panitia
II.BENTUK KEGIATAN
Dalam kegiatan ini telah tercatat yang hadir adalah seluruh siswa dan siswi SMP Pasundan Rancaekek.
Adapun bentuk kegiatan yang teah dilaksanakan , sebagai berikut :
a. Lomba Baca Puisi
b. Lomba Pidato
c. Lomba Sepeda hias
d. Lomba Kaligrafi
e. Lomba Permainan
f. Hiburan (Electone)
III. PELAKSANAAN KEGIATAN
Kegiatan ini dilaksanakan pada :
Hari /Tanggal : Sabtu, 15 Agustus 2009
Tempat : Lapangan Upacara SMP Pasundan Rancaekek
IV. SUSUNAN PANITIA
(Terlampir)
V. ANGGARAN DANA
(Terlampir)
VI. REALISASI DANA
(Terlampir)
VII. SUSUNAN ACARA
(Terlampir)
VIII. REALISASI SUSUNAN ACARA
(Terlampir)
IX. EVALUASI
1. 1. Sekretaris
Bertugas membuat proposal , surat keluar , serta laporan pertanggung jawaban kegiatan.
• Kegiatan Pra Pelaksanaan
- Membuat proposal
- Membuat surat perijinan dan berbagai surat keluar
- Meminta tanda tangan proposal dan berbagai surat keluar
• Kegiatan Lomba
- Membantu kerja seksi lain
• Hambata
- Pembuatan brosur lambat
Faktor Pendukung
- Mendapat bantuan dari sie lain
2. Bendahara
Bertugas mengenai keuangan kegiatan.
• Kegiatan Pra Pelaksanaan
- Membuat anggaran dana
• Kegiatan pelaksanaan Lomba
- Membantu kerja seksi lain
• Hambatan
- Pendanaan lambat
Faktor Pendukung
- Mendapat bantuan dari sie keskretariatan
3. Sie Acara
Bertugas mengatur jalannya acara.
• Kegiatan Pra
- Membuat susunan acara
- Membuat daftar acara
• Kegiatan Pelaksanaan
- Mengatur jalannya acara
• Hambatan
- Acaranya molor
- Durasi penampilan peserta kurang terkoordinasi
• Faktor Pendukung
- Mendapat bantuan dari sie lain
4. Sie Perlengkapan
Bertugas menyiapkan perlengkapan yang berhubungan dengan kegiatan .
• Kegiatan Pra Pelaksanaan
- Menyusun daftar perlengkapan
- Menyiapkan perlengkapan kepanitiaan
• Kegiatan Pelaksanaan
- Membantu kerja seksi lain
• Hambatan
-
Faktor Pendukung
- Mendapat bantuan dari sie keskretariatan
6. Sie Dekorasi
Bertugas menyipakan dekorasi panggung untuk kegiatan.
• Kegiatan Pra Pelaksanaan
- Membuat rancangan dekor panggung
- Membeli barang – barang yang dibutuhkan
• Kegiatan Pelaksanaan
- Membantu kerja seksi lain
• Hambatan
- Kurang koordinasi dengan panitia lain
• Faktor Pendukung
- Mendapat bantuan dari sie lain
7. Sie Humas
Bertugas mengatur hubungan dengan pihak sekolah maupun luar
• Kegiatan Pra Pelaksanaan
- Membantu sekretaris dalam pengajuan proposal
- Membuat brosur untuk promosi kegiatan ke tiap kelas
• Kegiatan Pelaksanaan
- Membantu kerja seksi lain
• Hambatan
- Kurang koordinasi antar panitia
Faktor Pendukung
- Mendapat bantuan dari sie lain
8. Sie Dokumentasi
Bertugas mengabadikan kegiatan.
• Kegiatan Pra Pelaksanaan
- Mencari peralatan dokumentasi
• Kegiatan Pelaksanaan
- Membantu kerja seksi lain
- Mengabadikan kegiatan
• Hambatan
- Kurang koordinasi antar panitia
• Faktor Pendukung
- Mendapat bantuan dari sie lain
9. Sie Konsumsi
Bertugas menyiapkan konsumsi .
• Kegiatan Pra Pelaksanaan
- Menyusun anggaran konsumsi
• Kegiatan Pelaksanaan
- Menyediakan konsumsi
• Hambatan
- Kurang koordinasi antar panitia
• Faktor Pendukung
- Mendapat bantuan dari sie lain
X . PENUTUP
Demikian laporan pertanggung jawaban ini kami buat , semoga kegiatan ini dapat memberi manfaat bagi kita semua dan semoga amal perbuatan kita semua diterima oleh Allah SWT . Amin……..
Rancaekek, 20 Agustus 2009
Panitia Pelaksana
Kegiatan Menyambut HUT Ke – 64 RI
Sekretaris
Winda Hestiana
Ketua Pelaksana
AmirLatief
Ketua Umum
Devy Ariesta
Lampiran 1
SUSUNAN PANITIA
KEGIATAN MENYAMBUT HUT KE – 64 RI
OSIS SMP PASUNDAN RANCAEKEK 2009-2010
Pelindung : Drs. Cucu Suryana.
Pembina : Saefudin Budiansyah S.Pd.
Tono Hartono
Ketua Umum : Devy Ariesta
Ketua Pelaksana : Amir Latief
Sekretaris :Winda
Bendahara : Erlinda Febrianti
Fina Nur H
Sie-Sie
1. Sie Dana
Koordinator : Indrie Puspitasari
Anggota : Andina
M. Gerlald
Sintiana
2. Sie Humas
Koordinator : Fina Rahmatul
Anggota : Ayu
Nia
Sri
3. Sie Acara
Koordinator : Windi Oktasela
Anggota : Selvi
Akeira
Yopa Sopian
Rima
Nurbaethy nanda
Dian Triani
5. Sie Konsumsi
Koordinator : Irna Ayu
Anggota : Pipit Rahayu
Fitri handayani
6. Sie Perlengkapan
Koordinator : Ria Restiani
Anggota : Fera Siti N
Agung
M Jalaludin
7. Sie Dokumentasi
Koordinator : Winda Hestiana
Anggota : Wina Susilawati
Sintia Mutiara Sari
Lampiran 2
ANGGARAN DANA KEGIATAN
MEMPERINGATI HUT KE – 64 RI
Pemasukan : 1.Sekolah Rp . 460.000
TOTAL PEMASUKAN Rp. 460.000
Pengeluaran :
1. Sound System Rp. 100.0002. Transport Rp. 60.0003. Dekorasi Rp. 20.0004. Dokumentasi Rp. 20.0005. Konsumsi Rp. 100.00
6.Humas Rp. 20.000
7.Keskretariatan Rp. 50.000
8.Hadiah Rp. 90.000
TOTAL PENGELUARAN Rp. 460.000
Saldo : Pemasukan Rp. 460.000
Pengeluaran Rp.460.000 Rp. 0
Lampiran 4
SUSUNAN ACARA
PERLOMBAAN MEMPERINGATI HUT KE – 64 RI
06.00 – 06.30 : Persiapan panitia
06.30 - 07.30 : Daftar Ulang Peserta
07.30 - 10.00 : Perlombaan
10.00 – 11..30 : Hiburan
11.30 – selesai : Penutupan
LEMBAR PERSETUJUAN
KEGIATAN MEMPERINGATI HUT KE – 64 RI
Rancaekek, 20 Agustus 2009
PANITIA KEGIATAN MEMPERINGATI
HUT KE – 64 REPUBLIK INDONESIA
Sekretaris
Winda Hestiana
Ketua Pelaksana
AmirLatief
Ketua Umum Osis
SMP Pasundan Rancaekek
Devy Ariesta
Mengetahui,
Pembina OSIS
SMP Pasundan Rancaekek
Tono Hartono
Kesiswaan
SMP Pasundan Rancaekek
Saefudin Budiansyah S.Pd
Menyetujui,
Kepala SMP Pasundan Rancaekek,
Drs. Cucu Suryana
NIP.
Friday, 21 August 2009
PMR
KESIAPSIAGAAN BENCANA
Hai…jumpa lagi denganku PMR madya. Kali ini aku mengajak teman-teman untuk mengenal bencana, agar kita bisa mengurangi akibatnya........Ayo Siaga...!

Mengenal Bencana
Sering dengar istilah Bencana ? Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar istilah ”bencana” (disaster). Bencana adalah kejadian luar biasa yang disebabkan oleh faktor alam ataupun sebagai akibat ulah manusia yang menimbulkan korban jiwa, kerugian material dan kerusakan lingkungan. Bencana timbul ketika manusia tidak dapat mengatasi ancaman.
Berdasarkan waktunya bencana dapat dikelompokan sebagai berikut :
1.Bencana terjadi secara tiba-tiba, misalnya gempa bumi, tsunami, angin topan, letusan gunung api, banjir bandang san tanah longsor.
2.Bencana yang terjadi secara perlahan, dan dengan disertai munculnya tanda-tanda sehingga kita bisa melakukan tindakan-tindakan untuk mencegah timbulnya banyak korban, misalnya banjir, kekeringan, dll.

Siklus Bencana
Bencana memiliki siklus sehingga kita dapat melakukan tindakan-tindakan untuk menghindari jatuhnya kerugian dan jatuhnya banyak korban. Kegiatan penanganan bencana dilakukan sepanjang siklus bencana, yaitu :
A.Sebelum bencana datang, yang dapat kita lakukan antara lain :
1.Pencegahan Bencana, yaitu kegiatan penyediaan sarana yang memberikan perlindungan permanen terhadap dampak bencana, seperti pembangunan saluran lahar, kanal kendali banjir, pembebasan lokasi rawan bencana dari pemukiman penduduk.
2.Mitigasi, yaitu tindakan untuk mengurangi dampak bencana. Misalnya kita melatih keterampilan kita agar mampu membaca tanda-tanda terjadinya bencana, melatih pengetahuan pertolongan pertama. Dll.
3.Keseiapsiagaan menghadapi bencana, sebelum bencan kita harus mempersiapkan diri untuik melakukan tindakan cepat dan tepat jika suatu bencana terjadi. Misalnya mengenali tanda-tanda peringatan bencana di lngkungan tempat tinggalmu, seperti kentongan, sirine, berita radio, dll.
B.Pada saat bencana datang
Pada saat bencana tindakan yang dapat dilakukaj antara lain ; pencarian dan penyelamatan , pelayanan bantuan medis, pendistribusian bantuan dan dukungan psikologi sosial bagi mereka yang tertimpa bencana.
Yang dapat kamu lakukan adalah :
1.Berdoa, tabah, dan jangan panik
2.Menyelamatkan diri dan keluarga, usahakan tidak terpisah dari keluarga.
3.Mengikuti intsruksi dari petugas atau tim penyelamat.
4.Membantu sesuai kemampuan, misalnya, menghubungi nomor-nomor telepon penting, menginformasikan kepada PMI setempat.
C.Setelah Bencana
Bantulah apa yang bisa dan mampu kamu lakukan.. Carilah informasi tentang apa yang terjadi. Cobalah mencari tahu apa yang bisa dilakukan agar kejadian itu tidsk terulang ikembali dimasa yang akan datang. Dukunglah siapa saja yang mengupayakan tindakan pencegahan.
Hai…jumpa lagi denganku PMR madya. Kali ini aku mengajak teman-teman untuk mengenal bencana, agar kita bisa mengurangi akibatnya........Ayo Siaga...!

Mengenal Bencana
Sering dengar istilah Bencana ? Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar istilah ”bencana” (disaster). Bencana adalah kejadian luar biasa yang disebabkan oleh faktor alam ataupun sebagai akibat ulah manusia yang menimbulkan korban jiwa, kerugian material dan kerusakan lingkungan. Bencana timbul ketika manusia tidak dapat mengatasi ancaman.
Berdasarkan waktunya bencana dapat dikelompokan sebagai berikut :
1.Bencana terjadi secara tiba-tiba, misalnya gempa bumi, tsunami, angin topan, letusan gunung api, banjir bandang san tanah longsor.
2.Bencana yang terjadi secara perlahan, dan dengan disertai munculnya tanda-tanda sehingga kita bisa melakukan tindakan-tindakan untuk mencegah timbulnya banyak korban, misalnya banjir, kekeringan, dll.

Siklus Bencana
Bencana memiliki siklus sehingga kita dapat melakukan tindakan-tindakan untuk menghindari jatuhnya kerugian dan jatuhnya banyak korban. Kegiatan penanganan bencana dilakukan sepanjang siklus bencana, yaitu :
A.Sebelum bencana datang, yang dapat kita lakukan antara lain :
1.Pencegahan Bencana, yaitu kegiatan penyediaan sarana yang memberikan perlindungan permanen terhadap dampak bencana, seperti pembangunan saluran lahar, kanal kendali banjir, pembebasan lokasi rawan bencana dari pemukiman penduduk.
2.Mitigasi, yaitu tindakan untuk mengurangi dampak bencana. Misalnya kita melatih keterampilan kita agar mampu membaca tanda-tanda terjadinya bencana, melatih pengetahuan pertolongan pertama. Dll.
3.Keseiapsiagaan menghadapi bencana, sebelum bencan kita harus mempersiapkan diri untuik melakukan tindakan cepat dan tepat jika suatu bencana terjadi. Misalnya mengenali tanda-tanda peringatan bencana di lngkungan tempat tinggalmu, seperti kentongan, sirine, berita radio, dll.
B.Pada saat bencana datang
Pada saat bencana tindakan yang dapat dilakukaj antara lain ; pencarian dan penyelamatan , pelayanan bantuan medis, pendistribusian bantuan dan dukungan psikologi sosial bagi mereka yang tertimpa bencana.
Yang dapat kamu lakukan adalah :
1.Berdoa, tabah, dan jangan panik
2.Menyelamatkan diri dan keluarga, usahakan tidak terpisah dari keluarga.
3.Mengikuti intsruksi dari petugas atau tim penyelamat.
4.Membantu sesuai kemampuan, misalnya, menghubungi nomor-nomor telepon penting, menginformasikan kepada PMI setempat.
C.Setelah Bencana
Bantulah apa yang bisa dan mampu kamu lakukan.. Carilah informasi tentang apa yang terjadi. Cobalah mencari tahu apa yang bisa dilakukan agar kejadian itu tidsk terulang ikembali dimasa yang akan datang. Dukunglah siapa saja yang mengupayakan tindakan pencegahan.
Label:
EKSKUL
Wednesday, 19 August 2009
TIPS
MATODE MENGHAFAL QUR'AN
Bersama Mudhawi Ma'arif
I. Pendahuluan
Ada 3 prinsip (Three P) yang harus difungsikan oleh ikhwan/akhwat
kapan dan dimana saja berada sebagai sarana pendukung keberhasilan
dalam menghafal al qur'an. 3P (Three P) tersebut adalah:
1. Persiapan (Isti'dad)
Kewajiban utama penghafal al-qur'an adalah ia harus menghafalkan
setiap harinya minimal satu halam dengan tepat dan benar dengan
memilih waktu yang tepat untuk menghafal seperti:
a. Sebelum tidur malam lakukan persiapan terlebih dahulu dengan
membaca dan menghafal satu halaman secara grambyangan (jangan langsung dihafal secara mendalam)
b. Setelah bangun tidur hafalkan satu halaman tersebut dengan
hafalan yang mendalam dengan tenang lagi konsentrasi
c. Ulangi terus hafalan tersebut (satu halaman) sampai benar- benar hafal diluar kepala
2. Pengesahan (Tashih/setor)
Setelah dilakukan persiapan secara matang dengan selalu mengingat- ingat satu halaman tersebu, berikutnya tashihkan (setorkan) hafalan antum kepada ustad/ustadzah. Setiap kesalahan yang telah ditunjukkan oleh ustad, hendaknya penghafal melakukan hal-hal berikut:
a. Memberi tanda kesalahan dengan mencatatnya (dibawah atau
diatas huruf yang lupa)
b. Mengulang kesalahan sampai dianggap benar uoleh ustad.
c. Bersabar untuk tidak menambah materi dan hafalan baru kecuali materi dan hafalan lama benar-benar sudah dikuasai dan disahkan
3. Pengulangan (Muroja'ah/Penjagaa n)
Setelah setor jangan meninggalkan tempat (majlis) untuk pulang sebelum hafalan yang telah disetorkan diulang beberapa kali terlebih dahulu (sesuai dengan anjuran ustad/ustadzah) sampai ustad benar- benar mengijinkannya
II. Syarat Utama Untuk Memudahkan Hafalan
1. Beriman dan bertaqwa kepada Allah
2. Berniat mendekatkan diri kepada Allah dengan menjadi hamba- hamba pilihanNya yang menjaga al-qur'an
3. Istiqomah sampai ajal musamma
4. Menguasai bacaan al-qur'an dengan benar (tajwid dan makharij al huruf)
5. Adanya seorang pembimbing dari ustad/ustadzah (al-hafidz/al- hafidzah)
6. Minimal sudah pernah khatam al-qur'an 20 kali (dengan membaca setiap ayat 5 kali)
7. Gunakan satu jenis mushaf al-qur'an (al-qur'an pojok)
8. Menggunakan pensil/bolpen/ stabilo sebagai pembantu
9. Memahami ayat yang akan dihafal
III. Macam-macam Metode Menghafal
A. Sistem Fardhi
Ikuti langkah ini dengan tartib (urut):
1. Tenang dan tersenyumlah, jangan tegang
2. Bacalah ayat yang akan dihafal hingga terbayang dengan jelas kedalam pikiran dan hati
3. Hafalkan ayat tersebut dengan menghafalkan bentuk tulisan huruf-huruf dan tempat-tempatnya
4. Setelah itu pejamkan kedua mata dan
5. Bacalah dengan suara pelan lagi konsentrasi (posisi mata tetap terpejam dan santai)
6. Kemudian baca ayat tersebut dengan suara keras (posisimata tetap terpejam dan jangan tergesa-gesa)
7. Ulangi sampai 3x atau sampai benar-benar hafal
8. Beri tanda pada kalimat yang dianggap sulit dan bermasalah (garis bawah/distabilo)
9. Jangan pindah kepada hafalan baru sebelum hafalan lama sudah menjadi kuat
Penggabungan ayat-ayat yang sudah dihafal
Setelah anda hafal ayat pertama dan kedua jangan pindah kepada ayat
ketiga akan tetapi harus digabungkan terlebih dahulu antara keduanya
dengan mengikuti langkah-langkah berikut ini:
1. Bacalah ayat pertama dan kedua sekaligus dengan suara pelan lagi konsentrasi
2. Kemudian bacalah keduanya dengan suara keras lagi konsentrasi dan tenang
3. Ulani kedua ayat tersebut minimal 3x sehingga hafalan benar- benar kuat. Begitulah seterusnya, pada tiap-iap dua tambahan ayat baru harus digabungkan dengan ayat sebelumnya sehingga terjadi kesinambungan hafalan
4. Mengulang dari ayat belakang ke depan. Dan dari depan ke belakang
5. Semuanya dibaca dengan suara hati terlebih dahulu kemudian dengan suara keras (mata dalam keadaan tertutup)
6. Begitu seterusnya. Setiap mendapatkan hafalan baru, harus digabungkan dengan ayat/halaman/ juz sebelumya.
B. Sistem Jama'i
Sistem ini menggunakan metode baca bersama, yaitu dua/tiga orang (partnernya) membaca hafalan bersama-sama secara jahri (keras) dengan:
a. Bersama-sama baca keras
b. Bergantian membaca ayat-an dengan jahri. Keika partnernya membaca jahr dia harus membaca khafi (pelan) begitulah seterusnya dengan gantian.
Sistem ini dalam satu majlis diikuti oleh maksimal 12 peserta, dan minimal 2 peserta. Settingannya sebagai berikut:
a. Persiapan:
1. Peserta mengambil tempat duduk mengitari ustad/ustadzah
2. Ustad/ustadzah menetapkan partner bagi masing-masing peserta
3. Masing-masing pasangan menghafalkan bersama partnernya sayat baru dan lama sesuai dengan instruksi ustad/ustadzah
4. Setiap pasangan maju bergiliran menghadap ustad/ustadzah untuk setor halaman baru dan muroja'ah hafalan lama
b. Setoran ke ustad/ ustadzah:
1. Muroja'ah: 5 halaman dibaca dengan sistem syst-an (sistem gantian). Muroja'ah dimulai dari halaman belakang (halaman baru) kearah halaman lama
2. Setor hafalan baru:
a. Membaca seluruh ayat-ayat yang baru dihafal secara bersama- sama
b. Bergiliran baca (ayatan) dengan dua putaran. Putaran pertama dimulai dari yang duduk disebelah kanan dan putaran kedua dimulai dari sebelah kiri.
c. Membaca bersama-sama lagi, hafalan baru yang telah dibaca secara bergantian tadi.
3. Muroja'ah tes juz 1, dengan sistem acakan (2-3x soal). Dibaca bergiliran oleh masing-masing pasangan.
Ketika peserta sendirian tidak punya partner, atau partnernya sedang berhalangan hadir, maka ustad wajibmenggabungkann ya dengan kelompok lain yang kebetulan juz, halaman dan urutannya sama, jika hafalannya tidak sama dengan kelompok lain maka ustad hendaknya menunjuk salah seorang peserta yang berkemampuan untuk suka rela menemani.
c. Muroja'ah ditempat:
1. Kembali ketempat semula.
2. Mengulang bersama-sama seluruh bacaan yang disetorkan baik muroja'ah maupun hafalan baru, dengan sistem yang sama dengan setoran
3. Menambah hafalan baru bersama-sama untuk disetorkan pada pertemuan berikutnya
4. Jangan tinggalkan majlis sebelum mendapat izin ustad/ustadzah.
IV. Keistimewaan sistem jama'i
1. Cepat menguasai bacaan al-qur'an dengan benar
2. Menghilangkan perasaan grogi dan tidak PD ketika baca al- qur'an didepan orang lain
3. Melatih diri agar tidak gampang tergesa-gesa dalam membaca
4. Mengurangi beban berat menghafal al-qur'an
5. Melatih untuk menjadi guru dan murid yang baik
6. Menguatkan hafalan lama dan baru
7. Semangat muroja'ah dan menambah hafalan baru
8. Meringankan beban ustad
9. Kesibukannya selalu termotivasi dengan al-qur'an
10. Mampu berda'wah dengan hikmah wa al-mau'idhah al-hasanah
11. Siap untuk dites dengan sistem acakan
12. Siap menjadi hamba-hamba Allah yang berlomba menuju kebaikan
V. Jaminan
1. Hafalan al-qur'an lanyah dan lancar dalam masa tempo yang sesingkat-singkatnya
2. Sukses dan bahagia di dunia dan akhirat
3. Pilihan Allah dan memperoleh surga `adn diakhirat nanti (surah fatir: 23-24)
VI. Metode Muroja'ah (Pengulangan dan penjagaan fardhi atau jama'i)
Ayat-ayat al-qur'an hanya akan tetap bersemayam didalam hati utu al-`ilm jika ayat-ayat yang dihafal selalu diingat, diulang dan
dimuroja'ah. Berikut ini cara muroja'ah:
1. Setelah hafal setengah juz/satu juz, harus mampu membaca sendiri didepan ustad/ustadzah dan penampilan.
2. Setiap hari membaca dengan suara pelan 2 juz. Membaca dengan suara keras (tartil) minimal 2 juz setiap hari.
3. Simakkan minimal setengah juz setiap hari kepada teman/murid/ jama'ah/istri/ suami dst
4. Ketika lupa dalam muroja'ah maka lakukan berikut ini:
· Jangan langsung melihat mushaf, tapi usahakan mengingat- ingat terlebih dahulu
· Ketika tidak lagi mampu mengingat-ingat, maka silahkan melihat mushaf dan
· Catat penyebab kesalahan. Jika kesalahan terletak karena lupa maka berilah tanda garis bawah. Jika kesalahan terletak karena faktor ayat mutasyabihat (serupa dengan ayat lain) maka tulislah nama surat/no./juz ayat yang serupa itu di halaman pinggir (hasyiyah
Bersama Mudhawi Ma'arif
I. Pendahuluan
Ada 3 prinsip (Three P) yang harus difungsikan oleh ikhwan/akhwat
kapan dan dimana saja berada sebagai sarana pendukung keberhasilan
dalam menghafal al qur'an. 3P (Three P) tersebut adalah:
1. Persiapan (Isti'dad)
Kewajiban utama penghafal al-qur'an adalah ia harus menghafalkan
setiap harinya minimal satu halam dengan tepat dan benar dengan
memilih waktu yang tepat untuk menghafal seperti:
a. Sebelum tidur malam lakukan persiapan terlebih dahulu dengan
membaca dan menghafal satu halaman secara grambyangan (jangan langsung dihafal secara mendalam)
b. Setelah bangun tidur hafalkan satu halaman tersebut dengan
hafalan yang mendalam dengan tenang lagi konsentrasi
c. Ulangi terus hafalan tersebut (satu halaman) sampai benar- benar hafal diluar kepala
2. Pengesahan (Tashih/setor)
Setelah dilakukan persiapan secara matang dengan selalu mengingat- ingat satu halaman tersebu, berikutnya tashihkan (setorkan) hafalan antum kepada ustad/ustadzah. Setiap kesalahan yang telah ditunjukkan oleh ustad, hendaknya penghafal melakukan hal-hal berikut:
a. Memberi tanda kesalahan dengan mencatatnya (dibawah atau
diatas huruf yang lupa)
b. Mengulang kesalahan sampai dianggap benar uoleh ustad.
c. Bersabar untuk tidak menambah materi dan hafalan baru kecuali materi dan hafalan lama benar-benar sudah dikuasai dan disahkan
3. Pengulangan (Muroja'ah/Penjagaa n)
Setelah setor jangan meninggalkan tempat (majlis) untuk pulang sebelum hafalan yang telah disetorkan diulang beberapa kali terlebih dahulu (sesuai dengan anjuran ustad/ustadzah) sampai ustad benar- benar mengijinkannya
II. Syarat Utama Untuk Memudahkan Hafalan
1. Beriman dan bertaqwa kepada Allah
2. Berniat mendekatkan diri kepada Allah dengan menjadi hamba- hamba pilihanNya yang menjaga al-qur'an
3. Istiqomah sampai ajal musamma
4. Menguasai bacaan al-qur'an dengan benar (tajwid dan makharij al huruf)
5. Adanya seorang pembimbing dari ustad/ustadzah (al-hafidz/al- hafidzah)
6. Minimal sudah pernah khatam al-qur'an 20 kali (dengan membaca setiap ayat 5 kali)
7. Gunakan satu jenis mushaf al-qur'an (al-qur'an pojok)
8. Menggunakan pensil/bolpen/ stabilo sebagai pembantu
9. Memahami ayat yang akan dihafal
III. Macam-macam Metode Menghafal
A. Sistem Fardhi
Ikuti langkah ini dengan tartib (urut):
1. Tenang dan tersenyumlah, jangan tegang
2. Bacalah ayat yang akan dihafal hingga terbayang dengan jelas kedalam pikiran dan hati
3. Hafalkan ayat tersebut dengan menghafalkan bentuk tulisan huruf-huruf dan tempat-tempatnya
4. Setelah itu pejamkan kedua mata dan
5. Bacalah dengan suara pelan lagi konsentrasi (posisi mata tetap terpejam dan santai)
6. Kemudian baca ayat tersebut dengan suara keras (posisimata tetap terpejam dan jangan tergesa-gesa)
7. Ulangi sampai 3x atau sampai benar-benar hafal
8. Beri tanda pada kalimat yang dianggap sulit dan bermasalah (garis bawah/distabilo)
9. Jangan pindah kepada hafalan baru sebelum hafalan lama sudah menjadi kuat
Penggabungan ayat-ayat yang sudah dihafal
Setelah anda hafal ayat pertama dan kedua jangan pindah kepada ayat
ketiga akan tetapi harus digabungkan terlebih dahulu antara keduanya
dengan mengikuti langkah-langkah berikut ini:
1. Bacalah ayat pertama dan kedua sekaligus dengan suara pelan lagi konsentrasi
2. Kemudian bacalah keduanya dengan suara keras lagi konsentrasi dan tenang
3. Ulani kedua ayat tersebut minimal 3x sehingga hafalan benar- benar kuat. Begitulah seterusnya, pada tiap-iap dua tambahan ayat baru harus digabungkan dengan ayat sebelumnya sehingga terjadi kesinambungan hafalan
4. Mengulang dari ayat belakang ke depan. Dan dari depan ke belakang
5. Semuanya dibaca dengan suara hati terlebih dahulu kemudian dengan suara keras (mata dalam keadaan tertutup)
6. Begitu seterusnya. Setiap mendapatkan hafalan baru, harus digabungkan dengan ayat/halaman/ juz sebelumya.
B. Sistem Jama'i
Sistem ini menggunakan metode baca bersama, yaitu dua/tiga orang (partnernya) membaca hafalan bersama-sama secara jahri (keras) dengan:
a. Bersama-sama baca keras
b. Bergantian membaca ayat-an dengan jahri. Keika partnernya membaca jahr dia harus membaca khafi (pelan) begitulah seterusnya dengan gantian.
Sistem ini dalam satu majlis diikuti oleh maksimal 12 peserta, dan minimal 2 peserta. Settingannya sebagai berikut:
a. Persiapan:
1. Peserta mengambil tempat duduk mengitari ustad/ustadzah
2. Ustad/ustadzah menetapkan partner bagi masing-masing peserta
3. Masing-masing pasangan menghafalkan bersama partnernya sayat baru dan lama sesuai dengan instruksi ustad/ustadzah
4. Setiap pasangan maju bergiliran menghadap ustad/ustadzah untuk setor halaman baru dan muroja'ah hafalan lama
b. Setoran ke ustad/ ustadzah:
1. Muroja'ah: 5 halaman dibaca dengan sistem syst-an (sistem gantian). Muroja'ah dimulai dari halaman belakang (halaman baru) kearah halaman lama
2. Setor hafalan baru:
a. Membaca seluruh ayat-ayat yang baru dihafal secara bersama- sama
b. Bergiliran baca (ayatan) dengan dua putaran. Putaran pertama dimulai dari yang duduk disebelah kanan dan putaran kedua dimulai dari sebelah kiri.
c. Membaca bersama-sama lagi, hafalan baru yang telah dibaca secara bergantian tadi.
3. Muroja'ah tes juz 1, dengan sistem acakan (2-3x soal). Dibaca bergiliran oleh masing-masing pasangan.
Ketika peserta sendirian tidak punya partner, atau partnernya sedang berhalangan hadir, maka ustad wajibmenggabungkann ya dengan kelompok lain yang kebetulan juz, halaman dan urutannya sama, jika hafalannya tidak sama dengan kelompok lain maka ustad hendaknya menunjuk salah seorang peserta yang berkemampuan untuk suka rela menemani.
c. Muroja'ah ditempat:
1. Kembali ketempat semula.
2. Mengulang bersama-sama seluruh bacaan yang disetorkan baik muroja'ah maupun hafalan baru, dengan sistem yang sama dengan setoran
3. Menambah hafalan baru bersama-sama untuk disetorkan pada pertemuan berikutnya
4. Jangan tinggalkan majlis sebelum mendapat izin ustad/ustadzah.
IV. Keistimewaan sistem jama'i
1. Cepat menguasai bacaan al-qur'an dengan benar
2. Menghilangkan perasaan grogi dan tidak PD ketika baca al- qur'an didepan orang lain
3. Melatih diri agar tidak gampang tergesa-gesa dalam membaca
4. Mengurangi beban berat menghafal al-qur'an
5. Melatih untuk menjadi guru dan murid yang baik
6. Menguatkan hafalan lama dan baru
7. Semangat muroja'ah dan menambah hafalan baru
8. Meringankan beban ustad
9. Kesibukannya selalu termotivasi dengan al-qur'an
10. Mampu berda'wah dengan hikmah wa al-mau'idhah al-hasanah
11. Siap untuk dites dengan sistem acakan
12. Siap menjadi hamba-hamba Allah yang berlomba menuju kebaikan
V. Jaminan
1. Hafalan al-qur'an lanyah dan lancar dalam masa tempo yang sesingkat-singkatnya
2. Sukses dan bahagia di dunia dan akhirat
3. Pilihan Allah dan memperoleh surga `adn diakhirat nanti (surah fatir: 23-24)
VI. Metode Muroja'ah (Pengulangan dan penjagaan fardhi atau jama'i)
Ayat-ayat al-qur'an hanya akan tetap bersemayam didalam hati utu al-`ilm jika ayat-ayat yang dihafal selalu diingat, diulang dan
dimuroja'ah. Berikut ini cara muroja'ah:
1. Setelah hafal setengah juz/satu juz, harus mampu membaca sendiri didepan ustad/ustadzah dan penampilan.
2. Setiap hari membaca dengan suara pelan 2 juz. Membaca dengan suara keras (tartil) minimal 2 juz setiap hari.
3. Simakkan minimal setengah juz setiap hari kepada teman/murid/ jama'ah/istri/ suami dst
4. Ketika lupa dalam muroja'ah maka lakukan berikut ini:
· Jangan langsung melihat mushaf, tapi usahakan mengingat- ingat terlebih dahulu
· Ketika tidak lagi mampu mengingat-ingat, maka silahkan melihat mushaf dan
· Catat penyebab kesalahan. Jika kesalahan terletak karena lupa maka berilah tanda garis bawah. Jika kesalahan terletak karena faktor ayat mutasyabihat (serupa dengan ayat lain) maka tulislah nama surat/no./juz ayat yang serupa itu di halaman pinggir (hasyiyah
Subscribe to:
Posts (Atom)
.jpg)
.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)
